Kumparan Logo

Kadin Jawab Tudingan Harga Vaksin Kemahalan: Banyak UMKM yang Daftar

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi (kiri) melihat proses vaksinasi gotong royong yang dilselenggarakan PT Unilever Indonesia, Cikarang, Selasa (18/5). Foto: Dok. Biro Pers Setpres
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi (kiri) melihat proses vaksinasi gotong royong yang dilselenggarakan PT Unilever Indonesia, Cikarang, Selasa (18/5). Foto: Dok. Biro Pers Setpres

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjawab adanya keluhan soal mahalnya harga vaksinasi gotong royong. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan harga untuk tiap dosis vaksin gotong royong ini.

Total biaya tiap orang yang mendapatkan dua dosis vaksin yakni Rp 967.054. Biaya tersebut berasal dari harga per dosis Sinopharm Rp 321.660, tarif pelaksanaan vaksinasi maksimal Rp 117.910, serta telah termasuk PPN 10 persen.

Sejumlah kalangan hingga pengamat menilai harga tersebut masih terlalu tinggi. Namun menurut Ketua Kadin Rosan P Roeslani, harga tersebut justru sudah sesuai ekspektasi pengusaha, bahkan relatif lebih rendah dari kemampuan sebagian pengusaha.

Hal tersebut menurutnya bisa dibuktikan dengan melihat latar belakang perusahaan yang telah mendaftarkan pekerjanya untuk mendapatkan vaksin. Di mana ada jumlah UMKM yang cukup signifikan yang tercatat telah mendaftar.

Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Calvin Basuki/ANTARA

“Yang cukup membuat surprised ternyata UMKM melakukan registrasi juga, sekarang ada lebih dari 7 ribu UMKM yang mendaftar dari 22 ribu itu. Pengawainya ada yang hanya 3, 5, 10 sampai 20 orang,” ujar Rosan dalam acara sosialisasi Sentra Vaksinasi Gotong Royong, Rabu (19/5).

Rosan kemudian menegaskan, penetapan harga tersebut dilakukan dengan melakukan survei terlebih dahulu terhadap kemampuan dunia usaha. Survei ini menurutnya mayoritas justru lebih banyak diikuti pengusaha di luar Kadin.

Hasilnya, kata Rosan, sebanyak 78 persen menyanggupi harga vaksin di kisaran Rp 500 ribu per dosisnya. Sisanya menyanggupi di kisaran Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.

Melihat survei tersebut, ia berani berkesimpulan bahwa 100 persen pengusaha sanggup membayar dengan harga saat ini yang bahkan berada di bawah Rp 500 ribu per dosis. Termasuk UMKM yang sebagian besar padahal masuk terpuruk.

“Jadi harga ini sesuai ekspektasi pengusaha, kalau di bawah Rp 500 ribu ini saya berani bilang 100 persen. Karena 78 persen aja di range Rp 500 ribu, sisanya bahkan lebih,” pungkasnya.