Kadin: Mayoritas Investasi China di RI Sejalan dengan Program Pemerintah

24 Juli 2022 13:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah tokoh menghadiri cara perkenalan dan silaturahmi pengurus Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) di Jakarta, Sabtu (23/7). Foto: Dok KIKT
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah tokoh menghadiri cara perkenalan dan silaturahmi pengurus Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) di Jakarta, Sabtu (23/7). Foto: Dok KIKT
ADVERTISEMENT
Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) memastikan investor China bisa berbisnis dengan baik di Indonesia, khususnya di bidang pengembangan industri hilirisasi. Penegasan ini diucapkan Ketua KIKT Garibaldi 'Boy' Thohir dalam acara Silaturahmi dan Perkenalan KIKT di Jakarta, Sabtu (23/7).
ADVERTISEMENT
Boy Thohir mengatakan Komite Tiongkok merupakan salah satu komite strategis bagi Kadin, terutama karena nilai total perdagangan Indonesia dengan China pada 2021 mencapai lebih dari USD 100 miliar, meningkat 40 persen dari 2020.
Nilai ini diprediksi akan terus meningkat, sebab pada periode Januari hingga Mei 2022 ini, total perdagangan Indonesia-China sudah mencapai hampir 50 milyar dolar AS, atau naik 27,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.
"Sebagian besar investasi China di Indonesia sejalan dengan program prioritas pemerintah saat ini. Karena itu, KIKT berkomitmen untuk bahu membahu dengan pemerintah, memastikan investor Tiongkok dapat menjalankan bisnisnya dengan baik dan mendapatkan mitra terbaik di Indonesia, serta meningkatkan ekspor Indonesia ke Tiongkok," kata Boy.
ADVERTISEMENT
KIKT juga akan berusaha mempererat people to people diplomacy dengan China, melalui kerja sama UMKM, seni budaya, entertainment, juga food diplomacy. Dengan eratnya hubungan kedua negara ini, transformasi Indonesia di bidang ekonomi bisa dipercepat.
"Saya berharap bahwa hubungan baik yang terjalin antara Indonesia-Tiongkok selama lebih dari 70 tahun dan terus membaik dari waktu ke waktu, khususnya dalam hubungan ekonomi," ujarnya dalam acara yang juga dihadiri Duta Besar China untuk Indonesia Lu Kang, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Wakil Ketua Umum IV Kadin Indonesia Carmelita Hartoto.
Dalam pertemuan tersebut, Luhut juga menyambut hangat hubungan baik Indonesia dan China selama ini. Menurutnya, ketahanan ekonomi Indonesia didorong oleh proses transformasi ekonomi yang tidak lagi mengandalkan komoditas mentah, dengan adanya hilirisasi industri yang juga harus memperhatikan aspek lingkungan, Indonesia mendapat transfer teknologi, nilai tambah, penciptaan lapangan kerja untuk tenaga kerja lokal.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut, kata dia, juga membuat pemerataan ekonomi khususnya di daerah luar Jawa. Misalnya dibangun kawasan industri hilirisasi seperti IMIP, IWIP, Kaltara, hilirisasi EV Battery Supply Chain yang juga banyak digarap investor China.

Gaet Investor, Kadin Akan Roadshow ke China

(Ki-ka) Ketua Kadin Komite Indonesia Tiongkok (KIKT) Garibaldi Thohir, Duta Besar China untuk Indonesia Lu Kang, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Wakil Ketua Umum IV KADIN Indonesia Carmelita Hartoto. Foto: Dok KIKT
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan Kadin mendukung penuh dibentuknya komitmen kerja sama antara Indonesia dan China. Organisasi ini juga siap dalam memberikan bantuan yang diperlukan demi kelancaran kerja sama bilateral ini.
"Selain pembentukan komitmen ini, Kadin juga akan melakukan B20 Roadshow di Beijing, China pada 25-27 Juli," ujar dia.
Beberapa target yang dikejar di roadshow itu, antara lain meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan China dan mengajak bisnis komunitas di sana untuk berpartisipasi dalam kegiatan acara Bisnis Forum B20.
ADVERTISEMENT
"Kadin berharap ke depannya hubungan antara Indonesia dan Tiongkok akan semakin baik, serta saling menguatkan perekonomian satu sama lain demi terwujudnya pemulihan ekonomi global yang inklusif," terangnya.