Kadin: Pembangunan Infrastruktur Tekan Biaya Logistik

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai pembangunan infrastruktur selama ini tidak hanya meningkatkan konektivitas masyarakat tapi juga bermanfaat bagi dunia usaha.
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, peningkatan konektivitas daerah turut serta menurunkan biaya logistik. Pasalnya, kurangnya pemerataan infrastruktur di Indonesia menyebabkan tingginya biaya logistik.
"Salah satu yang menyebabkan biaya logistik tinggi itu karena misalnya load factor kapal dari Jakarta ke Papua itu 97 persen. Tapi balik dari Papua ke Jakarta load factor hanya 10 persen," ujarnya di Hotel Morissey, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).
Ketidakmerataan infrastruktur ini juga mempengaruhi ketidakmerataan ekonomi. Ekonomi di Jawa berkontribusi 58 persen terhadap Gross Domestic Product (GDP), Sumatera 20 persen terhadap GDP, Kalimantan 8 persen, Sulawesi 5 persen, dan Papua 2 persen.
"Begitu banyak yang kita ambil dari pembangunan infrastruktur yang kalau ditanya kita (pelaku usaha) menekan biaya logistik tapi kalau diturunkan ada banyak misalnya meningkatkan ekonomi," ucapnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur ini juga akan meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia. Namun, Indonesia harus membangun lebih intensif lagi karena negara lain pun sedang gencar membangun infrastruktur.
"Kita sudah ketinggalan cukup lama dan kita syukuri pembangunan lima tahun ini sangat luar biasa lompatannya dan kita bisa rasakan," kata dia.
Kendati demikian, pembangunan infrastruktur ini baru akan sangat bermanfaat dalam jangka menengah panjang. Untuk itu, pemerintah harus konsisten untuk terus membangun infrastruktur ke seluruh pelosok negeri.
"Kita kan maunya pembangunan infrastruktur ini instan. Padahal ini kan menengah panjang," tutur dia.
