Kumparan Logo

KAI Akui Pesanan KRL INKA Alami Keterlambatan hingga 1 Tahun Lebih

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan nasib pengadaan 16 unit trainset KRL iE305/CLI 225 buatan PT INKA. Dari total pesanan tersebut, sebanyak sembilan unit di antaranya mengalami keterlambatan pengiriman.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan keterlambatan penyerahan armada KRL buatan dalam negeri tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun.

“Yang 16 unit dari INKA, yaitu yang baru beroperasi itu 7 unit. 9 unitnya ini belum kita terima. Jadi, ada keterlambatan lebih dari 1 tahun,” kata Bobby dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (23/9).

Bobby menjelaskan, keterlambatan tersebut dipicu kendala kapasitas produksi di PT INKA. Pihak PT INKA awalnya memproyeksikan kapasitas produksi mencapai 8 unit trainset per tahun. Namun, pada realisasinya, PT INKA hanya mampu memproduksi 2 hingga 3 unit trainset per tahun.

Sementara itu, untuk 7 unit trainset buatan PT INKA yang sudah diterima, Bobby mengungkapkan seluruh armada tersebut sempat menjalani proses penarikan ulang (recall) guna pengecekan teknis. Meski begitu, beberapa di antaranya kini telah selesai diperiksa dan siap beroperasi kembali.

“Dua sampai tiga hari yang lalu sudah 1 trainset yang kita rilis untuk kembali beroperasi. Hari ini kita akan rilis 1 trainset lagi yang sudah selesai,” ujarnya.

Adapun untuk pesanan 11 unit trainset KRL dari produsen CRRC asal Tiongkok, Bobby memastikan seluruhnya telah tiba dan mulai beroperasi melayani penumpang.

Di sisi lain, Bobby menilai jajaran trainset KRL yang dimiliki KAI saat ini mayoritas sudah berusia tua, bahkan ada yang telah beroperasi melebihi 40 tahun.

“Itu adalah melakukan konservasi terhadap trainset-trainset kita yang sudah usang, yang umurnya itu sudah 41 tahun. Padahal idealnya, trainset ini hanya dipakai 20 tahun. Di kita ini, masih ada trainset yang dari tahun 1977,” tutur Bobby.