Kumparan Logo

Kakao Banyuwangi Tembus Pasar Dunia, Ekspor Dipamerkan di Festival Cokelat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petani mengeringkan biji kakao yang telah difermentasi di Kebun Coklat Desa Ekasari, Jembrana, Bali, Rabu (23/2/2022). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petani mengeringkan biji kakao yang telah difermentasi di Kebun Coklat Desa Ekasari, Jembrana, Bali, Rabu (23/2/2022). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Banyuwangi menjadi salah satu daerah penghasil kakao terbaik di dunia yang juga sudah melakukan ekspor. Kakao-kakao tersebut juga sudah dipamerkan lewat Festival Cokelat Banyuwangi.

Dikutip dari Antara, Senin (23/6), kakao Banyuwangi telah diekspor ke beberapa negara mulai dari Jepang, Gana, Swiss, dan Belanda. Kakao yang diekspor menurut Regional Head PTPN I Regional 5, Winarto, adalah kakao jenis bulk dan edel.

"Kakao jenis edel ini yang paling diminati ekspor, dan menjadi salah satu varian kakao terbaik dan termahal di dunia," ujar Winarto.

Salah satu sentra penghasil budidaya kakao di sana adalah perkebunan kakao Kendenglembu. Dari perkebunan itulah kakao lindak atau dikenal kakao bulk dan kakao mulia atau kakao edel diproduksi. Lebih lanjut Ia mengungkap kakao edel hanya bisa ditemui di Banyuwangi.

Saat ini, Winarno menjelaskan perkebunan kakao yang dikelola PTPN I Regional 5 di Banyuwangi memiliki luas lahan sekitar 220 hektare dengan 94 hektare kakao edel dan 126 hektare kakao bulk. PTPN juga akan melakukan pengembangan tahun depan.

"Tahun depan kami akan mengembangkan lagi perkebunan kakao seluas 80 hektare, dari yang sudah eksisting 220 hektare, sehingga totalnya nanti sekitar 300 hektare," kata Winarto.

Hamparan biji cokelat di Banyuwangi Foto: Achmad Rafiq/kumparan

Terkait Festival Cokelat Banyuwangi, festival tersebut digelar di destinasi wisata Waduk Sidodadi kawasan PTPN I Regional 5 Kalirejo-Kendenglembu, Kecamatan Glenmore para Sabtu (21/6) dan Minggu (22/6). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut hal ini merupakan langkah mempromosikan potensi cokelat Banyuwangi.

“Festival ini untuk mempromosikan potensi cokelat Banyuwangi, yang dikenal merupakan salah satu terbaik di dunia," ujarnya

Festival tersebut diisi berbagai suguhan dan atraksi menarik, seperti gandrung, jalan sehat gembira, lomba mewarnai, lomba fesyen anak hingga edukasi kakao untuk pelajar. Selain itu terdapat lomba kuliner olahan cokelat sampai kategori kopi dan gula karena Kecamatan Glenmore adalah penghasil kedua komoditas tersebut.

Cokelat Indonesia Laku di Malaysia hingga AS

Untuk ekspor kakao, saat ini biji kakao, utuh atau pecah, mentah atau digongseng Indonesia dengan kode Harmonized System (HS) 1801 diekspor ke Malaysia, Jepang, Singapura, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya.

Untuk kakao dengan HS tersebut jumlah ekspor per tahunnya masih mengalami naik turun Untuk tahun 2021 ekspor ada di angka 22.280,080 ton dengan nilai Free On Board (FOB) USD 56.290,212. Di tahun selanjutnya yakni 2022 ekspor meningkat dengan 24.501,982 ton dengan FOB sebesar USD 63.542,403.

Di tahun 2023, ekspor menurun ke 14.451,051 ton dengan nilai FOB sebesar USD 46.916,286. Di tahun 2024 ekspor terus turun dengan 13.182,176 ton dengan nilai FOB USD 80.605,077. Di tahun 2025 dari Januari-April jumlah ekspor sudah mencapai 2.953,927 ton dengan nilai FOB di USD 27.511,230.

instagram embed