Kumparan Logo

Kalbe Farma Genjot Produksi Alkes Lokal Hadapi Tekanan Tarif Impor AS

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Kartika Setiabudy, dan Mulia Lie saat konferensi pers RUPST Kalbe di Gedung Kalbe Business Innovation Center, Jakarta, Kamis (22/5). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Kartika Setiabudy, dan Mulia Lie saat konferensi pers RUPST Kalbe di Gedung Kalbe Business Innovation Center, Jakarta, Kamis (22/5). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

PT Kalbe Farma Tbk menyampaikan pandangannya terkait kerangka kesepakatan dagang Indonesia dengan Amerika Serikat (AS), yang di dalamnya mencakup pembebasan tarif impor produk alat kesehatan (alkes) asal AS ke Indonesia.

Direktur Kalbe Farma, Kartika Setiady, menegaskan pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia, khususnya dari sisi alat kesehatan.

Kartika menjelaskan, sebelumnya bisnis utama perusahaan berfokus pada impor dan pemasaran di dalam negeri. Namun dengan adanya pemberlakuan tarif impor, arah bisnis kini lebih banyak diarahkan pada perakitan atau bahkan produksi alat kesehatan secara lokal.

“Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membantu berkontribusi meningkatkan ketahanan kesehatan Indonesia. Sehingga dari sisi alat kesehatan kita sudah mulai dengan beberapa proyek, salah satunya benang bedah,” kata Kartika dalam Public Expose Live 2025 yang digelar secara daring, Jumat (12/9).

Ia menyebut perusahaan telah memiliki pabrik untuk memproduksi benang bedah secara lokal. Selain itu, Kalbe Farma juga menjalankan sejumlah proyek dengan menggandeng mitra luar negeri untuk mulai melakukan perakitan peralatan medis bagi pasar Indonesia.

“Dengan adanya gejolak tarif yang baru-baru ini terjadi, kami akan tetap menjalankan inisiatif ini karena memang merupakan bagian dari strategi kami untuk membangun kompetensi di bidang alat kesehatan,” jelas Kartika.

Lebih lanjut, perusahaan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra internasional, termasuk GE Healthcare dari AS. Dalam kemitraan itu, keduanya telah menyepakati perakitan mesin CT Scan untuk pasar Indonesia.

“Tujuan utamanya tetap sama, yakni membangun kemampuan untuk melakukan produksi alat kesehatan secara lokal,” tutur Kartika.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menurunkan tarif impor untuk produk asal Indonesia menjadi 19 persen. Selain itu, terdapat poin-poin kesepakatan non-tarif yang dicapai antara Indonesia dan AS, termasuk menghapus kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi semua produk AS yang masuk Indonesia.

instagram embed