Kumparan Logo

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,68 T, Investor Dapat Rp 36 per Lembar Saham

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Kartika Setiabudy, dan Mulia Lie saat konferensi pers RUPST Kalbe di Gedung Kalbe Business Innovation Center, Jakarta, Kamis (22/5). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Kartika Setiabudy, dan Mulia Lie saat konferensi pers RUPST Kalbe di Gedung Kalbe Business Innovation Center, Jakarta, Kamis (22/5). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Emiten farmasi dan kesehatan, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,68 triliun atau setara Rp 36 per saham, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (22/5). Jumlah tersebut setara 52 persen dari laba bersih tahun buku 2024.

Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Kartika Setiabudy, mengatakan keputusan pembagian dividen ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

"Tentunya harapannya ini menjadi suatu yang bisa diterima oleh pemegang saham, sebagai bentuk tentunya kami memberikan komitmen untuk terus meningkatkan nilai bagi pemegang saham," ungkap Kartika dalam konferensi pers usai RUPST di Gedung Kalbe Business Innovation Center, Jakarta, Kamis (22/5).

instagram embed

Pembayaran dividen akan dilakukan paling lambat 30 hari setelah pengumuman hasil RUPST, sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku. Jadwal dan tata cara pembayaran akan diumumkan dalam waktu dekat.

Selain dividen, Kalbe juga melanjutkan program pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp 250 miliar. Manajemen menyebut, langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan.

Aturan buyback ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 13 Tahun 2023. Perseroan mempertahankan target tahun 2025 dengan pertumbuhan penjualan bersih dan laba bersih pada kisaran 8-10 persen, serta belanja modal maksimal Rp 1 triliun.

Dilanjut Kartika, dalam RUPST yang digelar hari ini, Perseroan telah mendapat persetujuan untuk mengubah susunan Presiden Komisaris yang sebelumnya dijabat Vidjongtius diganti oleh Ronny Hadiana, dan Komisaris Independen sebelumnya dijabat Lilis Halim digantikan Herijanto Irawan. Berikut susunan dewan komisaris dan direksi baru KLBF:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris: Ronny Hadiana

Komisaris: Santoso Oen

Komisaris: Ferdinand Aryanto

Komisaris Independen: Herijanto Irawan

Komisaris Independen: Rhenald Kasali

Dewan Direksi

Presiden Direktur: Bernadette Ruth Irawati Setiady

Direktur: Sie Djohan

Direktur: Mulialie

Direktur: Jos Iwan Atmadjaja

Direktur: Kartika Setiabudy