Kaleidoskop 2017: 37 Perusahaan Catatkan Sahamnya di BEI

Di sepanjang 2017, Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menjaring 37 perusahaan yang mencatatkan sahamnya melalui Initial Public Offering (IPO). Adapun sejumlah perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor mulai dari infrastruktur, makanan hingga perusahaan rintisan atau startup.
Berdasarkan data BEI, jumlah tersebut dua kali lebih besar dibandingkan pencapaian tahun lalu yang hanya mencatatkan 16 perusahaan baru. Adapun pencapaian ini telah melebihi jumlah perusahaan yang ditargetkan BEI yaitu sekitar 35 perusahaan.
"Ya melebihi dari apa yang diperkirakan," ucap Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat, kepada kumparan (kumparan.com), beberapa waktu yang lalu.
Berdasarkan data BEI, tahun 2017 menjadi tahun yang cemerlang bagi pasar modal Indonesia. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah investor sekitar 44% dalam dua tahun terakhir menjadi 1,12 juta investor. Selain itu, BEI juga mencatatkan kenaikan nilai investasi investor domestik di sepanjang tahun 2017 juga mencapai Rp 340 triliun.
Berdasarkan data yang dirangkum kumparan, dari 37 perusahaan IPO tersebut, tercatat dua di antaranya merupakan perusahaan rintisan yaitu PT Kioson Komersial Indonesia Tbk dan PT M Cash Integrasi Tbk.
Tak hanya perusahaan swasta, entitas anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga turut memeriahkan perusahaan yang melantai di BEI. Di mana BEI mencatatkan, ada empat anak usah BUMN yang telah go public di tahun ini.
Adapun perusahaan pelat merah yang tercatat di BEI yaitu PT Wijaya Karya Gedung Tbk, PT PP Presisi Tbk, PT Jasa Armada dan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk.
Dari keempat perusahaan BUMN tersebut, berhasil meraih dana Rp 3,4 triliun. Jumlah tersebut sekitar 30% dari total dana IPO di sepanjang tahun 2017. Perusahaan pelat merah tersebut menguasai market capital sekitar 26,1% perdagangan harian di BEI.

kumparan mencoba merangkum 3 perusahaan yang mendapatkan raihan dana terbesar dari IPO di sepanjang 2017:
1. PT PP Presisi, perusahaan dengan kode emiten PPRE resmi menjadi emiten ke-29 yang tercatat di pasar modal pada tahun 2017. Saham PPRE ditawarkan pada harga Rp 430 per saham. Dengan demikian, dari IPO ini perusahaan mengantongi dana segar sebesar Rp 1,01 triliun.
2. PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) resmi menjadi emiten ke-25 di tahun 2017 dan emiten ke-559 di pasar modal.
Harga saham yang ditawarkan dibanderol Rp 400 per saham. Dengan harga tersebut, maka perseroan telah meraih dana segar Rp 1,2 triliun.
3. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), perusahaan resmi menjadi emiten ke-30. Perusahaan membanderol harga saham senilai Rp 290 per saham dan meraih dana segar Rp 832,88 miliar.

Berikut 37 Perusahaan yang IPO di Tahun 2017:

