Kumparan Logo

Kaleidoskop 2021: Bank Digital hingga Teknologi Jadi Saham Paling Cuan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pergerakan saham.
 Foto: Antarafoto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pergerakan saham. Foto: Antarafoto

Kaleidoskop 2021 di sektor saham mencatat kinerja yang cukup menggembirakan. Sepanjang 2021, peringkat 10 besar saham paling cuan diraih oleh emiten bank digital dan teknologi.

Berdasarkan data RTI per 30 Desember 2021, saham-saham ini mencatatkan pertumbuhan hingga ratusan persen secara year to date (ytd).

Berikut kumparan merangkum 10 emiten paling cuan sepanjang 2021:

Bank Neo Commerce Tbk (BBYB)

Pertumbuhan paling pesat dicatatkan oleh Bank Neo Commerce. Sepanjang 2021, harga saham BBYB naik 432 persen menjadi Rp 2.670 per saham. Padahal pada Januari 2021 lalu harga saham bank digital ini masih tercatat sekitar Rp 500 per saham. Bank Neo Commerce merupakan transformasi dari Bank Yudha Bhakti yang dulunya merupakan bank pensiunan kaum militer.

Mahaka Radio Integra Tbk (MARI)

Posisi saham paling cuan kedua diraih oleh emiten radio dan podcast Grup Mahaka milik Menteri BUMN Erick Thohir. Sepanjang 2021, harga saham MARI melonjak 420 persen menjadi Rp 468 per saham.

Multipolar Tbk (MLPL)

Selanjutnya, ada saham milik Lippo Grup yaitu Multipolar Tbk. Harga saham MLPL per hari ini menyentuh Rp 362 per saham, naik 409 persen secara year to date. Adapun MLPL melakukan sejumlah aksi korporasi sepanjang tahun ini. Salah satunya saham MLPL sempat diborong oleh GoTo Grup hingga IAP, perusahaan milik keluarga taipan Mochtar Riyadi.

Bank Jago Tbk (ARTO)

Lagi-lagi, saham bank digital tercatat moncer sepanjang tahun ini. Saham Bank Jago tercatat tembus di level Rp 16.800 per lembar, naik 333 persen dalam satu tahun. Bank Jago sebelumnya dikenal sebagai Bank Artos Indonesia. Salah satu pemegang saham mayoritas Bank Jago saat ini adalah Gojek Group lewat anak usahanya GoPay. Gojek diketahui mengakuisisi saham Bank Jago sebesar 22 persen.

Bank Ganesha Tbk (BGTG)

Bank Ganesha juga tercatat sebagai saham paling cuan di 2021. Harga saham BGTG saat ini ada di level Rp 246 per saham, melonjak 232 persen sepanjang 2021. Bank Ganesha juga diisukan akan menjadi bank digital. Perseroan bakal meningkatkan modal melalui right issue 5,58 miliar saham dengan target raihan dana senilai Rp 1,12 triliun.

Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)

Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk juga turut bertransformasi menjadi bank digital dan berubah nama menjadi Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). Sepanjang tahun ini harga saham AGRO berhasil mencapai level Rp 1.815 per saham, naik 74 persen ytd.

Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Saham emiten pertambangan mineral logam afiliasi Grup Saratoga ini juga menjadi saham paling moncer di sepanjang 2021. Harga saham MDKA bahkan berhasil tembus all time high pada pertengahan November lalu. Kini saham MDKA berada di level Rp 3.960 per saham naik 62,9 persen.

Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Saham Grup Emtek juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang 2021, saham EMTK naik 62 persen. Hingga penutupan bursa hari ini, saham EMTK berada di level Rp 2.280 per saham.

Repower Asia Indonesia Tbk (REAL)

Harga saham REAL tercatat berada di level Rp 88, naik 76 persen selama setahun. Saham REAL bahkan sempat diborong oleh Ustaz Yusuf Mansur pada Agustus lalu. Yusuf Mansur kala itu membeli saham REAL senilai Rp 30 miliar yang mengakibatkan pergerakan saham REAL sempat UMA.

Adaro Energy Tbk (ADRO)

Emiten pertambangan Adaro juga meraup cuan tinggi sepanjang 2021. Harga saham ADRO berada di level Rp 2.260 naik 58 persen selama setahun. Kenaikan harga saham ini juga sejalan dengan kinerja keuangan ADRO yang tercatat moncer pada kuartal III 2021. Laba ADRO melonjak 286 persen.