Kumparan Logo

Kapal Perang Buatan Indonesia Dilirik Negara Tetangga hingga Afrika

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal Perang Tipe KCR-60 Buatan PT PAL. (Foto: Dok. PT PAL Indonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Perang Tipe KCR-60 Buatan PT PAL. (Foto: Dok. PT PAL Indonesia)

PT PAL Indonesia (Persero) baru saja memenangkan kontrak pengadaan 4 unit kapal perang tipe Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60 M) pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Nilai kontrak sebesar Rp 2 triliun.

BUMN produsen kapal militer dan nonmiliter ini menyebut bila negara tetangga di Asia Tenggara dan negara di Afrika juga berminat untuk membeli kapal perang tipe KCR 60 M tersebut.

"Yang di sebelah 3 (negara tetangga), yang Afrika baru 1," kata Kepala Humas PAL Indonesia Bayu Witjaksono kepada kumparan, Selasa (9/1).

KCR 60 dirancang oleh Divisi Desain PT PAL Indonesia. KCR 60 merupakan kapal perang hasil pengembangan dari kapal perang tipe Fast Patrol Boat (FPB) 57 Meter. Kapal perang tipe FPB 57 awalnya dikembangkan dan diproduksi oleh BUMN perkapalan ini bersama galangan kapal perang luar negeri. Hingga saat ini, PAL Indonesia sudah memproduksi 4 unit KCR 60 untuk TNI AL.

KCR 60 sendiri merupakan kapal perang dengan fasilitas senjata kaliber 20 mm dan peluncur rudal anti kapal-kapal permukaan. Spesifikasi lainnya, KCR 60 mampu berlayar selama 5 hari dengan kecepatan jelajah 20 knots. KCR 60 juga mampu membawa 55 personel.

Dari sisi keunggulan, kapal KCR 60 ini tidak jauh berbeda dengan tipe kapal sebelumnya yaitu FPB 57. Pembuatan kapal ini membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 1 tahun 3 bulan.

Kapal Perang SSV buatan PT PAL Indonesia yang dipesan Filipina (Foto: PT PAL Indonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Perang SSV buatan PT PAL Indonesia yang dipesan Filipina (Foto: PT PAL Indonesia)

"Karena dimensinya kecil. Kalau kapal dimensi besar (seperti LPD) kurang lebih 23 bulan," lanjutnya.

PAL Indonesia Menangkan Kontrak KCR 60 M Senilai Rp 2 Triliun

PAL Indonesia mendapat kontrak pembelian 4 kapal perang tipe KCR 60 untuk TNI AL. Empat unit tersebut terdiri dari 2 unit KCR 60 dengan paket platform plus sewaco dan 2 unit KCR 60 dengan paket sewaco. Adapun nilai kontrak pembelian 4 kapal tersebut mencapai Rp 2 triliun.

"Untuk total (4 kapal KCR 60) sekitar Rp 2 triliun," kata Bayu.

Bayu menambahkan keempat kapal tersebut merupakan kapal perang yang bertugas menjaga perbatasan wilayah laut.

"Kita pakai istilah offshore patrol vessel. KCR 60 itu kelasnya Patrol Boat," sambungnya.

Kapal perang ini nantinya akan digunakan oleh TNI AL. Kontrak pembuatan KCR 60 akan dilakukan selama 36 bulan ke depan di galangan milik PAL Indonesia di Surabaya.