Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Pinjaman Online?
·waktu baca 4 menit

Selama ini, berutang dianggap sebagai hal yang buruk. Citra itu muncul karena pemanfaatan utang yang kerap kali digunakan untuk memenuhi keinginan semata. Misalnya, membeli smartphone yang lebih canggih karena takut tertinggal tren.
Namun, meski sering mendapat citra negatif, faktanya, produk utang —atau yang juga jamak disebut kredit— terus laku di pasaran. Hal itu terlihat dari penyaluran pinjaman online yang makin deras.
Ya, kehadiran pinjaman online sebagai penyedia pinjaman yang legal sebenarnya membuat urusan peminjaman uang jadi lebih mudah. Bagaimana tidak, dulu, untuk mendapatkan pinjaman orang harus mengantre di bank atau lembaga pembiayaan. Prosesnya juga tidak bisa instan. Pihak bank atau lembaga pembiayaan perlu melakukan survei dan meminta jaminan sebelum memberikan dana yang kita butuhkan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun melihat kehadiran pinjaman online semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Selain mudah, pinjaman online juga dinilai lebih efektif, efisien, serta murah. Tak heran pinjaman online menjadi lembaga sumber pinjaman primadona.
Berdasarkan data OJK, outstanding pinjaman online pada November 2021 tumbuh 106,6% atau meningkat Rp 1,2 triliun secara tahunan (year on year/yoy). Dari data tersebut dapat disimpulkan berutang tetap menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari seseorang. Apakah kamu juga salah satunya?
Ya, meski bukan sesuatu yang dilarang, berutang untuk hal yang bersifat senang-senang tidak disarankan. Utang semestinya hanya digunakan untuk sesuatu yang bersifat mendesak atau karena kebutuhan yang akan berdampak pada produktivitas seseorang. Misalnya, untuk modal membuka usaha. Hal tersebut membuat utang menjadi hal yang wajar dan sangat manusiawi karena kebutuhan mendesak bisa datang kapan saja.
Kendati demikian, meminjam uang harus dilakukan secara bijak. Financial Planner Bayern Mochaddin mengatakan, jika kita mengetahui cara menggunakannya, maka pinjaman online bisa menjadi sebuah hal yang bermanfaat untuk kita. Namun sebelum mengambil utang, ada beberapa yang harus dipertimbangkan, di antaranya, untuk apa kita mengambil utang? dan apakah utang tersebut untuk sesuatu yang memang diperlukan atau hanya keinginan?
Ya, dalam perencanaan keuangan, ada dua macam utang: utang baik dan utang buruk. Financial Planner Annissa Sagita mengatakan, utang yang baik adalah adalah utang produktif yang bisa meningkatkan produktivitas ataupun nilai aset yang dimiliki sehingga dapat memberikan penghasilan bulanan. Misalnya, berutang untuk membeli laptop demi menunjang pekerjaan atau berutang untuk membangun/mengembangkan sebuah usaha.
Sebaliknya, utang buruk atau utang konsumtif —yang tidak sebaiknya diambil— timbul karena gaya hidup, seperti mencicil ponsel/gawai terbaru, barang elektronik atau barang-barang lainnya yang nilainya menurun, liburan, bahkan biaya nikah.
Namun utang konsumtif bisa diambil bila dalam keadaan kepepet atau mendesak. Dalam konteks ini misalnya adalah kebutuhan primer dan sekunder. Baik itu kebutuhan untuk bertahan hidup atau kebutuhan untuk sesuatu yang tak bisa ditawar seperti membayar biaya pengobatan ketika sakit melanda karena dana cadangan tak cukup, membayar uang SPP sekolah atau kuliah anak, atau membayar kebutuhan untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak.
Hal-hal tersebut merupakan hal yang tidak terduga, bisa terjadi kapan saja, dan ketika itu terjadi akan membutuhkan biaya yang cukup banyak. Berutang untuk kebutuhan mendesak memang sah-sah saja, asalkan benar-benar digunakan untuk situasi urgent.
Selama digunakan untuk sesuatu yang bijak dan produktif, berutang menjadi cara terbaik agar keuangan tetap stabil. Selain itu, kamu juga harus mengelola pinjaman dan pilih produk finansial yang aman serta terdaftar dan diawasi oleh OJK — seperti Kredit Pintar.
Berdiri sejak 2017, Kredit Pintar hadir untuk memberikan akses keuangan yang aman dan inklusif melalui peran teknologi yang bertanggung jawab. Aplikasi Kredit Pintar terdaftar di Google Playstore dan sudah diunduh lebih dari 10 juta kali, dengan ulasan lebih dari 1,8 juta pengguna. Adapun mayoritas pengguna memberikan rating cukup tinggi.
Kredit Pintar menawarkan layanan pinjaman online langsung cair dalam 24 jam berbasis aplikasi, dan dapat menjadi alternatif solusi saat membutuhkan dan darurat. Soal keamanannya, aplikasi Kredit Pintar aman karena proses verifikasi ganda agar dana pinjaman kamu tetap terhindar dari penipuan.
Untuk mengajukan pinjaman, kamu hanya perlu mengunduh aplikasi Kredit Pintar di Play Store lalu ikut syarat dan ketentuannya. Syarat pengajuan pinjaman online di Kredit Pintar sangat mudah. Kamu hanya perlu menyiapkan KTP.
Proses pengajuan pinjaman di Kredit Pintar juga tidak memakan waktu lama. Cukup 5 menit, dana pinjaman akan cair. Limit pinjaman mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 20 juta untuk membantu kamu memenuhi kebutuhan darurat.
Tak hanya itu, di Kredit Pintar, kamu juga bisa menikmati fitur Skor Pintar yang bisa membaca secara otomatis riwayat kredit dan pembayaran. Jika Skor Pintar baik, kesempatan untuk mendapat limit pinjaman lebih tinggi pun terbuka. Ada pula kupon potongan hingga saldo e-wallet untuk kamu yang Skor Pintar-nya baik.
Yuk, kita #PintarBersama pilih pinjaman dengan lebih bijak ajukan pinjaman online. Untuk mendapatkan informasi serta tips seputar mengajukan pinjaman online yang aman, Anda bisa kunjungi Blog Kredit Pintar atau Forum Pintar Discover dan download aplikasinya di sini.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kredit Pintar

