Bisnis
·
22 September 2020 12:58

Kartu Prakerja Gelombang 10 Segera Dibuka, Akan Jadi yang Terakhir?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kartu Prakerja Gelombang 10 Segera Dibuka, Akan Jadi yang Terakhir? (122443)
Ilustrasi daftar kartu Prakerja. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
Program pelatihan Kartu Prakerja telah berjalan selama 6 bulan. Pendaftaran program pelatihan plus insentif ini telah dibuka sebanyak 9 gelombang, dari pendaftaran gelombang pertama dimulai pada 17 April 2020, hingga ditutupnya prakerja gelombang 9 pada Senin (21/9).
ADVERTISEMENT
Dari keseluruhan pendaftaran itu, Kartu Prakerja tercatat telah menampung sebanyak 5,4 juta peserta. Angka tersebut hanya menyisakan sebanyak 200 ribu kuota dari total kuota sebanyak 5,6 juta yang direncanakan pemerintah.
Sejak awal dibuka, program yang menuai banyak kritikan ini memang tak pernah sepi peminat. Hal itu mengakibatkan jumlah pendaftar selalu melebihi kuota yang disediakan per gelombangnya, bahkan kuota secara keseluruhan.
Pada pendaftaran gelombang pertama saja, jumlah pendaftar mencapai 11 juta orang. Padahal kuota yang disediakan kala itu baru untuk 200 ribu peserta.
Kartu Prakerja Gelombang 10 Segera Dibuka, Akan Jadi yang Terakhir? (122444)
PRAKERJA MOBILE Foto: PRAKERJA MOBILE
Hal itu kemudian membuat pemerintah beberapa kali menambah kuota yang bisa ditampung per gelombang, sehingga saat ini kuotanya sudah mencapai 800 ribu peserta.
Kini, pemerintah berencana masih akan membuka pendaftaran kartu prakerja gelombang 10. Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, mengatakan pendaftaran tersebut akan diumumkan segera.
ADVERTISEMENT
"Pembukaan gelombang 10 akan segera kami komunikasikan," ujar Louisa kepada kumparan, Selasa (22/9).
Louisa belum merinci soal seberapa banyak peserta yang bisa ditampung. Saat ini pihak manajemen tengah melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai hal itu.
Jika pemerintah tidak menambah kuota, maka peserta yang bisa ditampung tak mencapai 800 ribu seperti gelombang sebelumnya. Mengingat sisa kuota yang tersedia hanya 200 ribu, dan menjadi 380 ribu jika ditambah dengan jumlah peserta gelombang 1-4 yang dicabut kepesertaannya sebanyak 180 ribu.
Mengacu pada sisa kuota yang tersedia, besar kemungkinan bahwa gelombang 10 ini merupakan yang terakhir. Kendati begitu, pihak manajemen belum memastikan apakah penerimaan peserta akan ditutup setelah ini.