Kumparan Logo

Kata Bappenas Soal Potensi Pemanfaatan Energi Nuklir untuk Sumber Listrik RI

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas PLN memperbaiki menara sutet miring di Jalan Arif Rahman Hakim, Beji, Depok, Jumat (6/12).
 Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas PLN memperbaiki menara sutet miring di Jalan Arif Rahman Hakim, Beji, Depok, Jumat (6/12). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Pemerintah kian gencar beralih ke pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mengganti pemakaian energi fosil seperti minyak dan gas bumi sebagai sumber listrik. Langkah tersebut merupakan upaya untuk menuju ke penggunaan energi rendah karbon.

Lantas apakah energi nuklir yang notabene merupakan salah satu sumber energi rendah karbon juga akan dipertimbangkan?

Menjawab hal tersebut, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), menyatakan Indonesia masih jauh untuk mengarah ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Arifin Rudiyanto, mengungkapkan bahwa saat ini penggunaan EBT yang sedang menjadi prioritas salah satunya adalah campuran minyak nabati atau biofuel.

"Energi nuklir baru akan ada kalau semua sumber energi yang kita miliki habis," ujar Arifin dalam acara Pertamina Energy Webinar 2020, Selasa (8/12).

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Foto: Nurlaela/ Kumparan

Arifin menjelaskan, fokus pengembangan energi biofuel untuk tahun 2020 ditarget mampu mencapai 10 kiloliter per tahun. Nantinya, produksi biofuel ini diharapkan mampu menyentuh angka 43 kiloliter per tahun di tahun 2045.

Kendati baru berfokus pada biofuel, Arifin mengatakan pemerintah tak menutup kemungkinan bakal melirik penggunaan energi nuklir. Hanya saja, menurutnya rencana tersebut baru mungkin terjadi puluhan tahun mendatang.

"Karena untuk membangun nuklir ini perlu sambil jalan 10-15 tahun. Jadi kalau diputuskan sekarang, mungkin 10 tahun lagi baru beroperasi," pungkasnya.