Kumparan Logo

Kayu Manis Jambi Tembus Pasar Internasional, Perdana Ekspor 10,4 Ton ke Turki

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Agro Santara Indonesia binaan PT Pertamina (Persero) ekspor perdana kayu manis ke Turki, Selasa (30/9/2025). Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Agro Santara Indonesia binaan PT Pertamina (Persero) ekspor perdana kayu manis ke Turki, Selasa (30/9/2025). Foto: Pertamina

Agro Santara Indonesia, sociopreneur asal Kerinci, Jambi, binaan PT Pertamina (Persero) perdana mengirim 10,4 ton kayu manis premium ke Turki. Nilai transaksi mencapai USD 53.040 atau setara Rp 883,9 juta dengan kurs Rp 16.665 per USD.

Ekspor ini menjadi tonggak penting bagi dua pendirinya, Rizqi dan Hafiz, yang sejak awal bermimpi membawa kayu manis khas daerahnya menembus pasar global. Berbekal ilmu lingkungan dan keberlanjutan dari studi di Amerika, mereka menggandeng Kelompok Tani Sehati beranggotakan 20 petani untuk mengembangkan praktik budidaya berkelanjutan, mulai dari pembibitan, penanaman ulang, hingga inovasi penyimpanan karbon.

Agro Santara juga mengadopsi sistem blockchain traceability agar produk dapat dilacak dari kebun hingga titik ekspor, serta menggunakan kemasan dengan QR code untuk meningkatkan kepercayaan konsumen internasional.

“Bagi kami, ekspor perdana ini bukan hanya soal angka penjualan, tapi tentang produk lokal yang mampu dikenal dunia. Dengan dukungan Pertamina, kami bisa membuktikan bahwa kayu manis dari desa kecil di Jambi bisa menembus pasar global,” ujar Rizqi, Founder Agro Santara Indonesia dalam keterangan resmi, Selasa (30/9).

Bupati Kerinci yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci, Osra Yandi, menyatakan kebanggaan atas keberhasilan ini. “Agro Santara tidak hanya membantu masyarakat, tapi juga membawa nama baik Kabupaten Kerinci. Pemerintah daerah akan terus mendukung anak muda kreatif yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya saat pelepasan ekspor.

Keberhasilan Agro Santara tidak lepas dari dukungan Pertamina melalui program PFmuda, salah satu inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirancang untuk mencetak wirausaha sosial muda. Agro Santara terpilih sebagai pemenang kategori sociopreneur pada 2025 dan mendapat pendanaan untuk meningkatkan peralatan agar sesuai standar ekspor.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa program TJSL kami benar-benar melahirkan inovator muda yang berdampak konkret,” kata VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menambahkan bahwa PFmuda berhasil melahirkan wirausaha sosial berdaya saing global. Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan inisiatif ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional Asta Cita dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Ekspor perdana ini membuka peluang kerja sama lebih besar, dengan potensi permintaan dari Turki hingga 250 ton per tahun. Pertamina menegaskan, peran perusahaan tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat.

instagram embed