KCI Gelontorkan Rp 2,2 T Buat Retrofit 19 Trainset KRL
·waktu baca 2 menit

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menggelontorkan Rp 2,2 triliun bakal kontrak kerja sama dengan PT INKA (Persero) untuk merombak atau meretrofit 19 trainset Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.
Hal ini diutarakan oleh Vice President Corporate Secretary KCI Anne Purba. Menurutnya, retrofit ini dilakukan untuk memperbarui rangkaian KRL yang lama yang eksisting.
“Jadi retrofit totalnya Rp 2,2 triliun, jadi kita kawal juga. Bedanya retrofit dengan yang baru, teknologi baru pasti. Kalau yang retrofit mirip seperti baru tapi rangkanya masih menggunakan yang eksisting,” jelas Anne saat ditemui di Kantor KCI, Jakarta Pusat pada Senin (6/11).
Lebih lanjut Anne menjelaskan proses retrofit ini akan dilakukan secara bertahap mulai 2023 dan akan berakhir pada 2026 atau 2027.
“Retrofit mulai tahun ini akan kita kirim empat begitu empat selesai, kirim balik, kita kirim empat lagi. Ini multiyears 4-5 tahun ke depan,” tambah Anne.
Tahun ini, KCI akan melakukan proses retrofit sebanyak empat rangkaian yang terdiri dari tiga rangkaian seri Metro kosong lima dan satu rangkaian seri meter 6.000 dengan proses pengerjaannya provit akan membutuhkan waktu selama 13 hingga 12 bulan.
Penandatanganan kerja sama antara dua perusahaan pelat merah ini dilakukan oleh Direktur Utama KCI Asdo Artriviyanto dan Direktur Itama PT INKA Eko Purwanto di Madiun pada Jumat (3/11).
Direktur utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto menyampaikan penandatanganan kontrak pekerjaan retrofit sarana KRL ini merupakan upaya lanjutan dalam replacement 19 rangkaian sarana KRL yang dimiliki KAI Commuter secara bertahap.
“Dalam peremajaan sarana KRL, KAI Commuter akan melakukan proses retrofit sebanyak 19 rangkaian secara bertahap selama lima tahun ke depan,” Asdo dalam keterangannya dikutip pada Senin (6/11).
Sebelumnya, KAI Commuter dan PT INKA juga telah melakukan penandatanganan kontrak pengadaan 16 terakhir set KRL baru pada Maret 2023 lalu.
