kumparan
Bisnis5 Juli 2019 15:25

KCIC Pakai Tanah Kodam Siliwangi di Pinggir Tol untuk Kereta Cepat

Konten Redaksi kumparan
Pembangunan terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Pembangunan terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan menjadi terowongan terpanjang di Indonesia. Foto: Dok. PT KCIC
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menandatangani perjanjian tukar menukar aset negara yakni tanah dengan Kodam III/Siliwangi‎ dalam rangka pembangunan akses rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
ADVERTISEMENT
‎Dalam perjanjian itu, KCIC akan menggunakan tanah seluas 2,7 hektare milik Kodam III/Siliwangi yang terletak di Cimahi, Jawa Barat. Ruas itu masuk dalam trase yang akan dilewati oleh kereta cepat.
Penandatanganan tukar menukar aset negara antara PT Kereta Cepat Indonesia China
Penandatanganan tukar menukar aset negara antara PT Kereta Cepat Indonesia China dengan Kodam III/Siliwangi, Jum'at (5/7) Foto: Resya Firmansyah/kumparan
Sebagai gantinya, KCIC memberikan tanah seluas 210 hektare di Cijayana dan Samudera Jaya, Garut serta 2 fasilitas kolam renang di Cirebon dan Pangalengan Jawa Barat ke Kodam III/Siliwangi.
"Sinergi KCIC-TNI ini menunjukkan‎ dukungan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung," jelas Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra di Hotel Aryaduta, Bandung, Jumat (5/7).
Percepatan proyek Kereta Cepat yang Dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Percepatan proyek Kereta Cepat yang Dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Foto: Dok: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Sementara itu, Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjend TNI Tri Soewandono menjelaskan, tanah yang akan dipakai KCIC merupakan halaman depan Brigif 15 Cimahi, terletak di pinggir tol, sehingga tak perlu merelokasi markas.
Dia menyebut, berdasarkan appraisal Kemenkeu, tanah milik Kodam III/Siliwangi seluas 2,7 hektare memiliki nilai Rp 135 miliar. Sementara tanah beserta 2 fasilitas yang diberikan KCIC‎ memiliki nilai Rp 144 miliar.
ADVERTISEMENT
"Jadi ini ganti untung. Kami rencanakan tanah dari KCIC dipakai sebagai daerah latihan, ini rencana jangka pendeknya ya," tegas Tri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan