Kebutuhan Tisu Naik Akibat Virus Corona, Ekspor Kertas ke China - Korea Melonjak

Di tengah terpuruknya banyak sektor di bidang perekonomian akibat virus corona, ternyata masih ada beberapa sektor yang justru meningkat. Salah satunya ekspor kertas.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Indroyono Susilo, mengatakan ekspor kertas mengalami peningkatan sepanjang periode Januari hingga Mei 2020. Peningkatan ekspor tersebut yakni ke China, Korea, hingga Jepang.
"Januari sampai Mei ekspor ke China masih naik 1 persen dibanding tahun sebelumnya. Paling besar paper, semua orang butuh tisu, masker," jelas Indroyono dalam konferensi pers yang digelar Kementerian LHK, Rabu (15/7).
Dia merinci, kenaikan ekspor kertas ke Negeri Tirai Bambu itu bahkan mencapai 50 persen. Dari USD 104,64 juta di tahun 2019 menjadi USD 157,18 juta pada 2020.
Kenaikan serupa juga terjadi di Jepang. Bedanya ekspor ke Negeri Sakura itu meningkat 13 persen, dari USD 148,72 juta menjadi USD 171,01 juta.
"Korea tahun lalu USD 709 juta total keseluruhan ekspor, di lima bulan awal ini ekspor kita naik 1 persen. Naiknya paling besar paper juga, mungkin karena orang butuh tisu," paparnya.
Kendati demikian, ia mengakui ekspor kertas ini juga merosot untuk dua negara tujuan. Penurunan tersebut yakni ekspor ke Amerika Serikat yang merosot 31 persen, serta turun 17 persen untuk tujuan Uni Eropa.
