Kejutan dari China: Pangkas Suku Bunga Acuan Jangka Pendek untuk Genjot Ekonomi
·waktu baca 2 menit

Bank sentral China memberi kejutan bagi pasar, melalui kebijakannya memangkas suku bunga acuan jangka pendek utama dan suku bunga pinjaman pada Senin (22/7).
Mengutip Reuters, Bank Rakyat China (PBOC) mengumumkan memangkas suku bunga repo terbalik tujuh hari menjadi 1,7 persen dari 1,8 persen, juga meningkatkan mekanisme operasi pasar terbuka.
Selain itu diumumkan pemangkasan suku bunga acuan pinjaman dengan margin yang sama pada penetapan bulanan. Suku bunga acuan pinjaman (LPR) satu tahun diturunkan menjadi 3,35 persen dari sebelumnya 3,45 persen. Sementara LPR lima tahun diturunkan menjadi 3,85 persen dari 3,95 persen.
"Pemotongan hari ini merupakan langkah yang tidak terduga, kemungkinan karena perlambatan tajam dalam momentum pertumbuhan pada kuartal kedua serta seruan untuk 'mencapai target pertumbuhan tahun ini' pada sidang pleno ketiga," kata Larry Hu, kepala ekonom Tiongkok di Macquarie.
Pemangkasan dilakukan setelah pada pekan lalu China melaporkan data ekonomi kuartal kedua yang lebih lemah dari perkiraan. Para pemimpin tertingginya bertemu untuk rapat pleno yang diadakan kira-kira setiap lima tahun.
Seperti diketahui, Negeri Tirai Bambu ini hampir mengalami deflasi dan menghadapi krisis properti yang berkepanjangan, utang yang melonjak, serta sentimen konsumen dan bisnis yang lemah. Ketegangan perdagangan juga meningkat karena para pemimpin global semakin waspada terhadap dominasi ekspor China.
Ju Wang, kepala strategi valuta asing & suku bunga Tiongkok Raya di BNP Paribas, mengatakan bahwa meningkatnya ekspektasi terhadap Federal Reserve untuk mulai memangkas suku bunga juga memberi ruang bagi PBOC untuk melakukan pelonggaran moneternya.
Kantor berita resmi Xinhua mengutip sumber anonim yang dekat dengan PBOC yang mengatakan bahwa pemotongan suku bunga ini menunjukkan tekad PBOC memperkuat pemulihan dan respons terhadap tujuan pleno untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini.
Setelah pemangkasan suku bunga, Yuan Tiongkok turun ke level terendah hampir dua minggu di 7,2750 per dolar AS sebelum memangkas beberapa kerugian.
Imbal hasil obligasi pemerintah Tiongkok turun melintasi kurva, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun dan 30 tahun turun sebanyak 3 basis poin.
