Kumparan Logo

KEK di RI Catat Investasi Rp 353,3 T dan Serap 266.688 Tenaga Kerja

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara destinasi wisata Pantai Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara destinasi wisata Pantai Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Pemerintah mencatat investasi kumulatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluruh Indonesia mencapai Rp 353,3 triliun hingga kuartal I 2026.

Angka investasi tersebut juga telah menyerap sebanyak 266.688 tenaga kerja dari berbagai sektor industri yang beroperasi di kawasan tersebut.

Capaian tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi antara Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang digelar di KEK Gresik, Jumat (12/6).

Dalam pertemuan itu, BPS bersama Dewan Nasional KEK juga melaporkan telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap 528 perusahaan yang beroperasi di 25 KEK di seluruh Indonesia.

Pendataan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas data ekonomi kawasan sehingga kontribusi KEK terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah dapat diukur lebih akurat.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga membahas rencana perluasan KEK Gresik guna mengakomodasi tingginya minat investasi yang masuk ke kawasan tersebut.

instagram embed

Pembahasan dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pembahasan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk rencana perluasan KEK Gresik yang berlangsung di Kantor Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Gresik atau JIIPE, Gresik, Jumat (12/6).

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Sekretaris Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso.

"Pemerintah mendukung penuh perluasan KEK Gresik, agar peluang dan potensi investasi yang ada dapat segera direalisasikan dan dikonversi menjadi aktivitas ekonomi dan lapangan kerja," ujarnya dalam keterangannya, Minggu (14/6).