Kelola Proyek Rp 723 T, PT SMI Klaim Nihil Kredit Macet
·waktu baca 3 menit

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI terlibat dalam pendanaan proyek senilai Rp 723 triliun dan tetap nihil kredit macet. Dengan total komitmen pendanaan yang dikelola hampir Rp 120 triliun untuk 118 Proyek Strategis Nasional (PSN).
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyebut perusahaan pelat merah sektor pembiayaan ini memastikan portofolio tetap terjaga.
“Total aset kami saat ini kurang lebih sekitar Rp 116 triliun dengan laba bersih untuk bulan Juni 2025 ini sebesar Rp 1,130 triliun,” ujar Reynaldi dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, Rabu (23/7).
Tak cuma dari sisi aset dan laba, indikator kesehatan keuangan juga tercermin dari rasio kredit bermasalah (net NPL) hanya 0,41 persen, cost efficiency ratio 21,15 persen, dan debt to equity ratio dijaga di angka ideal 1,73 kali.
Reynaldi menjelaskan, sejak 2009 sampai 2017 PT SMI mengelola dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 30,52 triliun. Dia menyebut, dampak PMN terasa nyata yakni mendorong output ekonomi Rp 76,9 triliun, menciptakan lebih dari 258 ribu lapangan kerja, hingga memberi nilai tambah Rp 35,63 triliun.
“Secara total sejak tahun 2009 sampai dengan terakhir tahun 2017, kami telah menerima Rp 30,52 triliun. Outputnya adalah Rp 76,9 triliun, memberikan nilai tambah sebesar Rp 35,63 triliun, dan menambah pekerjaan atau membantu tenaga kerja sebesar 258.858 orang,” kata Renaldi.
Proyek yang didanai PT SMI pun tersebar di berbagai sektor. Mulai dari jalan tol, listrik, bendungan, hingga migas dan telekomunikasi. Tercatat 39 proyek jalan nasional dan tol, 57 proyek tenaga listrik, 7 proyek irigasi, 3 arminium, 9 transportasi, 2 telekomunikasi, dan 1 proyek migas.
Di sektor air bersih, PT SMI juga pionir lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Salah satunya SPAM Semarang Barat yang ditargetkan mendongkrak layanan air bersih dari 40,6 persen jadi 84 persen pada 2030, serta meningkatkan kapasitas air hingga 1.000 liter per detik.
“Tujuan daripada KPBU ini adalah peningkatan layanan air besi dari 40,6 persen menjadi 84 persen pada tahun 2030, dan juga untuk meningkatkan produksi air besi menjadi kurang lebih 1.000 liter per detik,” ungkapnya.
Sampai saat ini, ada 30 proyek KPBU yang didampingi PT SMI dengan nilai mencapai Rp 139 triliun. Sebanyak 16 di antaranya masuk kategori PSN. Skema KPBU ini bukan hanya mempercepat pembangunan, tapi juga meringankan beban fiskal negara.
Tak hanya itu, sejak Maret 2023 PT SMI juga mendirikan SMI Institute sebagai pusat pengembangan kapasitas daerah dan SDM. Lembaga ini sudah menggelar 15 kajian regional, 4 kajian tematik, dan 9 pelatihan untuk lebih dari 500 peserta dari berbagai wilayah.
“Kami memiliki yang kami sebut SMI Institute, yang kami didirikan pada Maret 2023, dengan tujuan yaitu untuk mendukung pembangunan daerah melalui penelitian, peningkatan kapasitas, pelatihan, dan berbagi pengetahuan, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak,” jelas Renaldi.
Lebih lanjut, hingga akhir 2024, PT SMI telah menyetor Rp 6,45 triliun ke kas negara lewat pajak, ditambah Rp 3,7 triliun dari dividen. Alhasil, total kontribusi tembus Rp 10,15 triliun.
