Keluarga Bakrie Penuhi Panggilan Satgas BLBI

17 September 2021 17:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana di kantor Satgas BLBI jelang pemanggilan obligor BLBI, Jumat (17/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di kantor Satgas BLBI jelang pemanggilan obligor BLBI, Jumat (17/9). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Anggota keluarga pengusaha Aburizal Bakrie memenuhi panggilan Satgas BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Mereka yang termasuk dalam daftar obligor ini yakni Indra Usmansyah Bakrie dan Nirwan Dermawan Bakrie.
ADVERTISEMENT
Satgas BLBI memang memanggil para obligor terkait kasus BLBI. Setidaknya ada 13 nama obligor dan debitur yang diminta menghadap Satgas BLBI di Gedung Syafrudin Prawiranegara, Kementerian Keuangan, Jumat (17/9).
Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu, Tri Wahyuningsih, mengungkapkan saudara Aburizal Bakrie itu diwakili oleh Sri Hascaryo yang merupakan orang Bakrie Grup.
“Obligor atas nama PT Usaha Mediatronika Nusantara dihadiri oleh Sri Harcahyo dari Bakrie Grup. Ia menerima kuasa dari Nirwan Dermawan Bakrie,” jelas Tri Wahyuningsih kepada wartawan di Kemenkeu, Jumat (17/9).
Kehadiran perwakilan keluarga Bakrie tersebut, yakni dalam rangka tindak lanjut atas penyelesaian hak taguh negara dana BLBI.
Adapun total dana untuk salah satu perusahaan di bawah bendera Bakrie Grup ini, adalah sebesar Rp 22,6 miliar (22.677.129.206).
ADVERTISEMENT
Selain keluarga Bakrie, Tri Wahyuningsih mengungkapkan sampai sore ini ada 5 obligor dan debitur lainnya yang tercatat hadir.
Mulai dari obligor atas nama Thee Ning Khong yang diwakili putranya. Adapun jumlah utangnya Rp 90,6 miliar.
Selanjutnya obligor The Kwen Le dengan jumlah utang Rp 63,23 miliar. Lalu ada obligor atas nama PT Jakarya Kuoei Steel Works Ltd, Tbk dengan total utang Rp 86,3 miliar.
Kemudian ada PT Jakarta Steel Megah Utama dengan total tagihan Rp 69,08 miliar. Terakhir ada PT Jakarta Steel Perdana Industry dengan jumlah utang Rp 69,3 miliar.
Berdasarkan pantauan kumparan, tidak diketahui tepatnya pukul berapa para obligor ini menyambangi gedung DJKN. Hingga sore, suasana pintu utama dari salah satu gedung di Kemenkeu ini tak jauh berbeda dengan suasana sepi sedari pagi.
ADVERTISEMENT
***
Saksikan video menarik di bawah ini: