Kumparan Logo

Kemendag Mau Waralaba Lokal Bersaing di Luar, Bukan Lawan Warung Kelontong

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemeterian Perdagangan, Syailendra. Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemeterian Perdagangan, Syailendra. Foto: Akbar Maulana/kumparan

Kementerian Perdagangan mencatat bisnis waralaba di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Tercatat pada 2020 gerai waralaba mencapai 93.732 gerai dan mampu menyerap 628.000 tenaga kerja.

Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra mengatakan, bisnis waralaba diprediksi tahun ini akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dan respons positif masyarakat. Untuk itu pihaknya mendorong agar bisnis waralaba lokal berani untuk bersaing di pasar internasional.

"Beliau (Mendag Zulkifli Hasan) mencanangkan ini saatnya (waralaba) lokal ini keluar. Beliau mendorong usaha kita ini keluar. Jadi berpikir ke luar ini kaitannya untuk ritel, untuk food and beverage (FnB)," kata Syailendra di acara The 20 International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) di JCC Senayan, Jumat (5/8).

Plaza Blok M kini memiliki foodcourt bernama FOOD SOCIETY dengan banyak tenan food and beverages yang terletak di lantai 5. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Syailendra mengatakan, Mendag Zulhas dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan yang dapat mendorong hal tersebut. Dengan begitu, pebisnis waralaba seperti ritel tidak lagi bersaing dengan warung masyarakat.

"Kita minta ritel itu tidak lagi bersaing dengan warung di toko-toko masyarakat. Kalau mau perang ke luar. Kalau sudah naik kelas, kalau petinju kelas ringan jangan sama bulu," ujarnya.

Di lain sisi, Syailendra mengatakan pihaknya mendorong agar ritel ini bisa berkolaborasi dengan warung masyarakat sehingga bisa menyuplai kebutuhan dari warung rakyat tersebut.

Sementara, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan bahwa bisnis waralaba tetap perlu dikembangkan untuk pasar domestik. Untuk menuju pasar global, menurutnya perlu proses.

"Boleh saja kalau bisa. Tapi biasanya lebih baik step by step karena kalau tidak, pasar Indonesia dimasuki oleh siapa," ujarnya.