Kemendag: Meski Belum Optimal, Bisnis Waralaba Lokal Masih Potensial
·waktu baca 2 menit

Dampak pandemi COVID-19 bagi dunia usaha masih dirasakan tak terkecuali sektor waralaba. Dengan kondisi tersebut, pelaku usaha waralaba dituntut bisa beradaptasi dengan kondisi new normal ini.
Kendati demikian, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi tetap optimistis dengan prospek waralaba di Indonesia.
“Meskipun demikian, kita harus tetap optimis, pada tahun 2020 bisnis waralaba masih tetap dapat berkontribusi dalam penyerapan 628 ribu tenaga kerja, dan mencatat omzet tidak kurang dari Rp 54,4 miliar,” kata Mendag saat membuka acara Indonesia Franchise Forum dan Biz Fest 2021 secara virtual, Selasa (7/12).
Lutfi berkomitmen agar pemerintah terus mendorong bisnis waralaba dalam negeri. Ia melihat potensi pasar Indonesia yang menjanjikan sehingga Indonesia tak perlu menjadi pasar bagi waralaba asing.
“Saya bangga saat ini indonesia tidak lagi menjadi pasar bagi waralaba asing, karena waralaba lokal sudah menjadi tuan rumah dan menguasai pasar dalam negeri, bahkan mulai merambah pasar regional,” ujarnya.
Tak hanya pasar nasional, Mendag juga optimis melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan asosiasi, waralaba Indonesia mampu bersaing, menembus, bahkan menguasai persaingan di pasar global.
Dalam forum yang sama, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan, juga melihat peluang sektor waralaba di Indonesia cukup besar. Namun belum bisa dimanfaatkan dengan optimal.
“Intinya, di peluang bisnis ini ada banyak yang bisa diwaralabakan, di-franchise-kan. Ini penting, peluang bisnis itu saya diinformasikan ada 2.300 yang bisa dijadikan peluang bisnis,” kata Oke.
Berdasarkan data Kemendag yang dipaparkan Oke, pada tahun 2021 waralaba asing yang masuk pasar dalam negeri adalah sebanyak 124, meningkat dibanding tahun 2020 sebanyak 120.
Sementara itu, jumlah waralaba Indonesia yang tercatat pada tahun 2021 hanya 107, meningkat dari tahun 2020 sebanyak 105.
