Kemendag Targetkan Kirim 3.000 Ton MinyaKita ke Indonesia Timur Bulan Ini

5 Agustus 2022 18:38
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Warga membeli minyak goreng Minyakita di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga membeli minyak goreng Minyakita di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Kementerian Perdagangan tengah bersiap mendistribusikan minyak goreng merek MinyaKita ke wilayah Indonesia Timur sebanyak 3.000 ton. Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan kapal angkut untuk distribusinya.
ADVERTISEMENT
Untuk tahap pertama, minggu depan rencananya pengiriman akan dilakukan sebanyak 1.000 ton. Untuk sisanya, Syailendra menjelaskan Kemendag masih mempersiapkan untuk kapal angkutnya.
"Bulan ini (3.000 ton) dikejar. Kapalnya juga kan enggak ada, makannya kita masih koordinasi dengan Kemenhub terkait persiapan kapal, jalur tol laut, dan lain-lain," kata Syailendra saat dihubungi kumparan," Jumat (5/8).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Syailendra menjelaskan, wilayah timur tujuan pengiriman 3.000 ton MinyaKita tersebut mulai dari Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, NTB hingga NTT. Harapannya, harga minyak goreng di wilayah tersebut bisa ditekan.
Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemeterian Perdagangan, Syailendra. Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemeterian Perdagangan, Syailendra. Foto: Akbar Maulana/kumparan
"Kita lagi hitung NTB, NTB kelihatannya sudah Rp 14 ribuan juga, di bawah Rp 15.000 tapi masih di atas Rp 14.000 dikit," jelasnya.
Syailendra mencatat hingga hari ini ada 102 perusahaan yang sudah bergabung dan bisa menggunakan merek MinyaKita. Dari seluruh perusahaan yang bergabung itu, bila produksinya optimal dia menghitung bisa memproduksi dan mendistribusikan 1,28 juta ton MinyaKita.
ADVERTISEMENT
"Dari 102 itu siapa pun boleh ke wilayah Timur, dengan senang hati. Semakin masuk ke sana, banjir (pasokan) kan harga semakin bersaing," ujarnya.