Kumparan Logo

Kemenhub: 188 Rute Penerbangan Perintis Siap Layani Wilayah 3T

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat ATR 72-500 milik maskapai Pelita Air Service. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat ATR 72-500 milik maskapai Pelita Air Service. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hari ini melakukan penandatangan kontrak penerbangan subsidi perintis untuk penumpang dan kargo.

Tanda tangan dilakukan oleh lima maskapai yang jadi operator rute perintis dengan beberapa koordinator wilayah (korwil) penerbangan perintis.

Penerbangan perintis ini dibuka untuk daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T) di seluruh Indonesia.

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti menyebutkan, hingga akhir 2020 akan ada 188 rute penerbangan perintis untuk penumpang. Selain itu, akan ada pula 27 rute penerbangan perintis untuk kargo.

Pesawat Susi Air tiba di Bandara Letung Anambas. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan

"Angkutan udara perintis penumpang itu ada totalnya 188 rute, yang terdiri dari Sumatera 3 korwil dengan 24 rute, Jawa 1 korwil dengan 3 rute, Kalimantan 25 rute, kemudian NTT 1 korwil dengan 4 rute dan Papua 9 koordinator wilayah paling banyak 116 rute jadi totalnya 188 rute," ungkap Polana di Gedung Kemenhub, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).

Polana mengatakan, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk subsidi penerbangan perintis sepanjang 2020 adalah sebesar Rp 500 miliar. Jumlah tersebut digunakan untuk perintis kargo maupun penumpang.

"(Anggaran) Rp 500 miliar totalnya. Semua (penumpang dan kargo) sampai akhir tahun,” ujarnya.

Wings Air Foto: Dok. Lion Air

Polana berharap, operator yang melayani penerbangan perintis bisa terus menjaga komunikasi yang erat dengan koordinator wilayah penerbangan perintis. Dia meminta agar penerbangan perintis tidak terputus. Sebab menurut Polana, transportasi udara merupakan satu-satunya moda yang memungkinkan beroperasi di wilayah 3T.

Penerbangan perintis ini diharapkan bakal membuka daerah terluar, terpencil, tertinggal, dan perbatasan, dapat membantu pemerataan pembangunan, dan membuka potensi ekonomi, wisata dan investasi.

"Setidaknya pelayanan itu tidak terputus,” ujarnya.

Sampai saat ini, operator yang melayani rute perintis adalah Susi Air, Dimonim Air, dan Trigana Air Service. Serta dua pendatang yang baru masuk tahun ini yaitu Smart Cakrawala dan Asian One.