Kumparan Logo

Kemenhub hingga Organda Tanggapi soal Langkah Jokowi Atasi Pungli di Priok

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pungutan liar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pungutan liar. Foto: Shutterstock

Pungutan liar atau pungli masih terus terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Para sopir kontainer pun mengadukannya ke Presiden Jokowi pada Kamis (10/6).

Jokowi pun langsung memerintahkan kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini. Sebanyak 49 pelaku pungli berhasil diringkus. Lantas apa reaksi Kementerian Perhubungan hingga Organisasi Angkutan Darat (Organda) agar pungli tidak terjadi lagi?

Kemenhub Sebut Pemberantasan Pungli Tidak Bisa Sendiri

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, menganggap pemberantasan pungli memang tidak bisa dilakukan sendiri. Untuk itu, ia mengharapkan adanya kolaborasi semua pihak terkait.

“Kemenhub mendorong semua stakeholders untuk kolaborasi mengatasi hal ini termasuk pihak kepolisian yang berwenang melakukan pengawasan dan penindakan,” kata Adita saat dihubungi kumparan, Minggu (13/6).

Adanya kolaborasi menurutnya bisa mempercepat penyelesaian permasalahan tersebut. Sebab, banyak pihak yang beraktivitas di pelabuhan. Dia menyambut baik respons cepat yang dilakukan kepolisian dengan menangkap puluhan pelaku pungli usai mendapatkan arahan dari Jokowi. Ia merasa sudah tepat pelaku pungli bisa dipenjara.

Penangkapan 7 karyawan PT JICT Tanjung Priok yang lakukan pungli. Foto: Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Organda Sebut Pihaknya Harus Setor Pungli

Ketua DPD Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, mengungkapkan pihaknya harus memberikan setoran ke oknum pelaku pungli.

Shafruhan mengatakan apabila tidak ada setoran maka berdampak pada lambatnya pelayanan yang diberikan. Hal tersebut berlaku ke semua pelayanan, termasuk saat mengambil barang.

“Langsung kalau enggak ngasih setoran ya lambat semuanya. Sama saja semua prosesnya,” kata Shafruhan saat dihubungi kumparan, Minggu (13/6).

Shafruhan merasa pungli tersebut bisa saja menyasar ke setiap lini bisnis. Ia menyayangkan praktik tidak bertanggung jawab tersebut masih bisa terjadi sampai saat ini. Shafruhan menganggap yang kemarin ditangkap hanya sebagian kecil saja.

Menurutnya, pungli di wilayah tersebut sudah seperti benang kusut. Untuk itu, ia meminta dalam menyelesaikannya harus menyeluruh dari atas sampai ke bawah.