Kumparan Logo

Kemenhub Ingatkan Penyebaran Virus Corona via Jalur Laut

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal tongkang saat menarik kapal yang membawa peti kemas di kawasan Tanjung Priok. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapal tongkang saat menarik kapal yang membawa peti kemas di kawasan Tanjung Priok. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan di pelabuhan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (nCov) dari Wuhan, China. Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub, Ahmad mengatakan, peningkatan tersebut menyusul dikeluarkannya deklarasi situasi darurat global oleh World Health Organization (WHO) yang disebut dengan istilah Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

“PHEIC yang mempunyai arti darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional, ini merujuk pada peristiwa luar biasa yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat sehingga tentunya kami meningkatkan pengawasan terhadap kapal beserta muatannya dari China yang masuk ke Pelabuhan di Indonesia untuk mengantisipasi adanya virus corona," kata Ahmad berdasarkan keterangannya, Minggu (2/2).

Untuk itu, Kemenhub telah menyiapkan skenarionya yaitu setiap kapal yang masuk ke Indonesia secara langsung dari China diharuskan berlabuh di Zona Karantina untuk dilakukan pemeriksaan secara ketat oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Selain itu, untuk kapal kunjungan atau ocean going perlu melampirkan Voyage memo 10 pelabuhan terakhir pada saat melaporkan kedatangan kapal ke kantor KKP di pelabuhan. Apabila berdasarkan last port kapal tersebut sempat singgah di China, maka akan dilakukan pemeriksaan secara ketat.

"Jika ada yang suspect terjangkit virus corona maka akan dilakukan penanganan dan tindakan medis secara khusus sesuai standar dan prosedur (SOP) yang dikeluarkan oleh KKP," ujar Ahmad.

Ahmad menjelaskan pihaknya telah memasang thermal scanner untuk mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang. Alat tersebut dipasang pada area kedatangan di pelabuhan yang melayani rute internasional.

“Setiap penumpang yang baru tiba utamanya yang berasal dari negara terjangkit seperti China dan Hong Kong harus melewati thermal scanner untuk mengetahui suhu tubuhnya. Bila tinggi maka petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan,” terang Ahmad.

Ahmad mencontohkan di Batam, pelabuhan-pelabuhan yang melayani kedatangan internasional telah memasang alat thermal scanner di pintu masuk internasional seperti Pelabuhan Sekupang, Harbour Bay, Tanjung Priok, Tanjung Balai Karimun, Bintan dan pelabuhan lainnya.

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Selain itu, Ahmad meminta kepada jajarannya di pelabuhan untuk melakukan identifikasi pelayaran dari China dan Hong Kong serta melakukan sosialisasi kepada petugas pelabuhan untuk dapat mengenali secara dini gejala penyakit dan melaporkannya kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan.

“Jika terdapat penumpang yang teridentifikasi memiliki kondisi suhu tubuhnya di atas 38 derajat serta memiliki gejala umum batuk, demam, sesak napas, dan memiliki riwayat perjalanan dari China atau Hong Kong, petugas pelabuhan harus langsung berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk selanjutnya penumpang tersebut akan dilakukan penanganan khusus,” terang Ahmad.

Lebih lanjut, untuk menghindari adanya virus corona, Ahmad juga menginstruksikan kepada personelnya yang bertugas di pelabuhan untuk menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) selama menjalankan tugas. Para petugas telah diinstruksikan untuk bertindak dengan tegas, segera, dan ketat, tanpa kompromi terhadap potensi terjadinya penyebaran atau penularan virus corona.

“Di area dengan potensi penularan tinggi, seperti di pelabuhan yang melayani rute Internasional, petugas sudah saya instruksikan untuk menggunakan alat perlindungan diri selama menjalankan tugas, minimal masker dan sarung tangan,” tutur Ahmad.

Ahmad berharap upaya ini dapat membantu untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ke Indonesia melalui jalur laut, sebagaimana telah diinstruksikan sebelumnya oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada seluruh stakeholder transportasi.

“Dengan koordinasi yang baik antara semua stakeholder transportasi laut, kita dapat mencegah masuknya virus tersebut ke Indonesia, khususnya melalui jalur laut,” pungkas Ahmad.