Kemenkes: Gara-gara Hoax, Masker Langka dan Mahal

Kementerian Kesehatan menilai stok masker yang saat ini habis di pasaran bukan karena wabah virus corona, namun akibat kabar palsu atau hoax yang membuat masyarakat cemas.
"Itu (habis) karena virus hoax-nya lebih banyak," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Wiendra Waworuntu di Jakarta, Selasa (4/2).
Wiendra mengatakan, saat ini belum ada masyarakat di Indonesia yang terjangkit virus corona, sehingga imbauan penggunaan masker berlaku bagi seseorang yang batuk karena sakit. Di samping itu, masyarakat diharapkan berusaha menjauh dari orang yang sakit.
"Kita saat ini merasa bahwa memakai masker itu dianggap sebagai kebutuhan dasar, padahal kebutuhan dasar itu adalah mengonsumsi makanan bergizi yang seimbang, istirahat yang cukup dan kalau sakit berobat ke fasilitas kesehatan," katanya seperti dilansir dari Antara.
Selain itu, Kemenkes mengimbau agar masker bisa digunakan bagi mereka yang ingin menghindari udara yang tercemar polusi.
Adapun terjadinya wabah virus corona di China yang kemudian menyebar ke 27 negara di dunia, telah menjadi perhatian WHO dan Kemenkes seluruh negara.
Saat ini telah ada 20.626 orang yang positif terinfeksi virus corona, serta korban tewas akibat terinfeksi virus itu telah mencapai 462 jiwa.
Ketakutan mengenai virus ini juga diperparah dengan adanya berita hoax mengenai penyebaran virus ini.
Menurut pedagang di Pasar Pramuka, Jakarta, penjualan masker mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa setelah adanya wabah virus corona, sementara untuk masker N95 telah langka di pasaran.
