Kemenkeu Alokasikan Rp 7,8 Triliun untuk Bansos Ramadhan 2023

14 Maret 2023 21:23 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menkeu Sri Mulyani untuk Game Changer kumparan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkeu Sri Mulyani untuk Game Changer kumparan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengalokasikan anggaran APBN sebesar Rp 7,8 triliun untuk bantuan sosial (bansos) pangan Jelang Ramadhan 2023 berupa telur, beras, dan daging ayam.
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, sumber inflasi yang harus diwaspadai adalah volatile food yakni harga beras dan kebutuhan-kebutuhan pangan yang naik menjelang Ramadhan 2023 nanti.
"Ini salah satu yang kita nanti berikan anggaran tambahan untuk Bapanas (Badan Pangan Nasional) melakukan stabilisasi dengan Bulog dalam rangka untuk menjaga, baik beras, ayam, dan telur," kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa, Selasa (14/3).
"Ini diharapkan menjaga stabilitas harga sehingga petani dan peternak kesejahteraannya terjaga, namun konsumen tidak mengalami inflasi tinggi," sambungnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata merinci, bansos berupa beras ini akan diberikan kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DRKS) Kemensos.
ADVERTISEMENT
"Untuk saat ini perkiraan kami ini akan ditagihkan kepada APBN, Rp 7,8 triliun. Setelah dibagikan Bulog, Bulog menagih ke APBN perkiraan kami Rp 7,8 triliun," jelas Isa.

Bansos Telur dan Ayam

Tidak cuma beras, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk bansos pangan berupa ayam dan telur.
Bantuan ini khusus menyasar keluarga dengan balita atau anak yang rawan gizi buruk. Keluarga penerima manfaat bantuan ini adalah mereka yang terdaftar di data Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
"Perkiraan sekitar 2,1 juta keluarga penerima bantuan, perkiraan sementara akan ditagihkan nanti biaya untuk ayam dan telur termasuk (biaya) distribusinya sebesar Rp 460 miliar, untuk 3 bulan penyaluran, Maret, April, Mei," pungkas dia.