Kemenkeu Raup USD 1,85 Miliar dari Lelang Surat Utang Dolar, dari EUR 600 Juta
·waktu baca 3 menit

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meraup dana sebesar USD 1,85 miliar dari penerbitan SUN dalam denominasi dolar Amerika Serikat serta EUR 600 juta dari penerbitan SUN berwawasan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG Bond) dalam denominasi euro.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, menyampaikan transaksi tersebut menunjukkan kuatnya kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia yang solid.
“Keberhasilan transaksi ini mencerminkan kepercayaan yang kuat dan berkelanjutan dari investor global terhadap prospek perekonomian Indonesia yang solid,” kata Suminto dalam keterangan resminya, Jumat (10/10).
Pemerintah mengumumkan pembukaan penawaran untuk SUN dalam denominasi USD pada sesi pagi Asia tanggal 8 Oktober 2025, diikuti dengan penawaran untuk SUN dalam denominasi EUR pada pembukaan pasar Eropa di hari yang sama. Antusiasme investor tercermin dari orderbook yang melebihi USD 4,9 miliar dan EUR 3 miliar.
Dari hasil penawaran tersebut, pemerintah berhasil menjual tiga seri surat utang, yakni:
Seri RI0431 dengan tenor 5,5 tahun, nilai penerbitan USD 600 juta, dan kupon 4,300 persen dengan hasil (yield) 4,350 persen.
Seri RI0436 dengan tenor 10,5 tahun, nilai penerbitan USD 1,25 miliar, dan kupon 4,900 persen dengan hasil 4,950 persen.
Seri RIEUR1033 yang merupakan SDG Bond berdenominasi euro dengan tenor 8 tahun, nilai penerbitan EUR 600 juta, dan kupon 3,750 persen dengan hasil 3,752 persen.
Ketiga seri tersebut dijadwalkan terbit pada 16 Oktober 2025 (T+5), dengan jatuh tempo masing-masing pada 16 April 2031 untuk RI0431, 16 April 2036 untuk RI0436, dan 16 Oktober 2033 untuk RIEUR1033.
Penerbitan SUN dalam denominasi euro kali ini merupakan SDG bond ketiga sejak 2021, yang mengacu pada Kerangka Sekuritas Pemerintah Berkelanjutan (Sustainable Government Securities Framework). Kerangka ini disusun selaras dengan standar internasional, termasuk prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh International Capital Market Association (ICMA). Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk terus memenuhi standar tersebut melalui penyusunan laporan alokasi dan dampak dari penerbitan obligasi tematik ini.
Dana yang diperoleh dari penerbitan SUN global tersebut akan digunakan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025. Secara khusus, hasil dari penerbitan SDG bond akan dialokasikan untuk program dan proyek yang memenuhi kriteria Eligible SDGs Expenditures sesuai dengan Sustainable Government Securities Framework. Langkah ini mencerminkan tekad pemerintah dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan menuju tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Ketiga seri SUN yang diterbitkan dalam transaksi ini memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari S&P, dan BBB dari Fitch, serta akan dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST) dan Frankfurt Stock Exchange (FSE).
Tingginya minat investor internasional terhadap penerbitan kali ini mencerminkan kepercayaan yang kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta pengelolaan fiskal yang hati-hati. Hal ini juga mempertegas posisi Indonesia sebagai penerbit yang konsisten dan kredibel di pasar keuangan global.
Dalam transaksi ini, BNP Paribas, Deutsche Bank (B&D), Goldman Sachs, Mandiri Securities, dan Morgan Stanley bertindak sebagai Joint Lead Managers, sedangkan PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk berperan sebagai Domestic Dealer. Deutsche Bank juga ditunjuk sebagai Koordinator Penataan Berkelanjutan.
