Kumparan Logo

Kemenkeu Soal Belanja Pemerintah Juga Lesu: Pergantian Siklus

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan saat berada di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).
 Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan saat berada di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data belanja pemerintah pada kuartal III-2019 hanya tumbuh 0,98 persen. Angka ini bisa dibilang cukup lesu ketimbang belanja pemerintah kuartal III-2018 yang pertumbuhannya sebesar 6,27 persen.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan, rendahnya belanja negara karena adanya pergantian siklus (shifting) belanja dari periode sebelumnya.

“Kalau belanja pemerintah itu ada masalah shifting pengeluaran pemerintah," ujarnya ketika ditemui di sela Rakornas Kadin di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (5/11).

Di sisa bulan tahun ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong penggunaan APBN untuk lebih mendukung pertumbuhan ekonomi. Artinya, pemerintah tidak akan ragu membelanjakan uangnya meski ekonomi global mengalami perlambatan.

"Belanja pemerintah kita akan pastikan, di tengah-tengah pelemahan global yang ada imbas terhadap pelemahan penerimaan, kita akan memastikan belanja tetap bisa mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya.

Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto (tengah) menyampaikan konpres PDB kuartal III 2019 di Gedung BPS, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Dia menegaskan bahwa APBN sudah seharusnya menjadi alat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Dengan pelemahan ekonomi global, APBN punya peran penting agar RI tidak semakin terpuruk pertumbuhannya.

Meski begitu, dia tak memungkiri langkah tersebut akan berdampak pada aspek penerimaan. Karenanya, belanja yang direalisasikan tak boleh dihambur-hamburkan begitu saja.

“Tapi kan penerimanya kena imbas nih. Meskipun penerimaannya kena imbas kita tetap jaga belanja sehingga belanja itu tetap dikeluarkan tapi enggak boleh dihamburkan-hamburkan. Belanjanya yang efisien tetapi mendukung pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.