Kemenko Infra Sebut Bakal Ada Inpres soal Peta Jalan Giant Sea Wall
ยทwaktu baca 2 menit

Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengatakan akan ada beberapa Instruksi Presiden (Inpres) berkaitan dengan proyek tanggul laut raksasa alias Giant Sea Wall (GSW).
Staf Khusus Menko Infrastruktur, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan salah satu Inpres yang disiapkan Badan Otorita Khusus Pengelola Pantura Jawa tersebut yakni terkait peta jalan (roadmap) proyek GSW.
"Badan Otorita hari ini sedang menyiapkan usulan-usulan Inpres untuk mendetailkan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk di antaranya menyiapkan roadmap ke depan," ungkapnya saat ditemui di Makara Art Center UI, Rabu (24/9).
Kemenko Infra, kata Herzaky, bertugas sebagai Dewan Pengarah Badan Pengelolaan Pantura yang saat ini dipimpin oleh Wakil Menteri KKP Didit Heriawan.
"Ada Inpres yang akan disusun dalam proses, termasuk juga roadmap proses-prosesnya ini. Karena ini kan proyek besar ya, kita mesti sangat hati-hati," imbuh Herzaky.
Meski begitu, ia enggan menjelaskan lebih lanjut terkait berapa dan kapan Inpres-Inpres tersebut akan diterbitkan, maupun rincian terkait peta jalan proyek GSW, meskipun Kemenko Infra sudah melaksanakan beberapa kali rapat dengan badan tersebut.
"Sudah ada beberapa kali rapat juga dengan Pak Didit, termasuk juga dengan pihak-pihak terkait bukan hanya satu kementerian, ini melibatkan berbagai kementerian," ungkapnya.
Herzaky menegaskan, program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini salah satu yang paling mendesak, karena penurunan permukaan tanah yang terjadi di kawasan Pantura Jawa mengancam 70 persen perekonomian nasional.
"Pokoknya prioritas Beliau dalam 5 tahun ke depan, karena ini sangat urgent ya, bagaimanapun perlindungan terhadap pesisir utara Jawa ini menjadi penting karena ini terkait dengan nasib 60-70 persen ekonomi kita kan tergantung di pesisir ini," tegasnya.
Di sisi lain, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan proyek GSW akan mengkombinasikan beton dan pendekatan alami menggunakan mangrove.
"Pendekatan yang integratif, tidak hanya sebuah beton, tidak semua dibayangkan semua concrete, tapi juga dikombinasikan dengan pendekatan atau solusi yang lebih alamiah, termasuk menggunakan mangrove dan lain sebagainya," jelas AHY.
AHY menjelaskan, proyek GSW membutuhkan anggaran jumbo, sehingga dirinya akan berkoordinasi dengan Badan Otorita Khusus Pengelola Pantura Jawa untuk mendapatkan investor.
"Kami sedang membidik sejumlah negara dan partner yang bisa bekerja sama, menghadirkan investasi yang kredibel dan berkelanjutan," tuturnya.
