Kemenko Marves Yakin RI Jadi Pusat Ekspor Industri Otomotif di ASEAN
·waktu baca 2 menit

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin melihat potensi Indonesia menjadi pusat ekspor atau export hub industri otomotif di ASEAN.
Rachmat mengatakan, sebesar 40 persen produk otomotif Indonesia diekspor ke berbagai negara. Di tahun lalu, Indonesia mengekspor 571.000 unit kendaraan ke lebih dari 90 negara tujuan.
“Sekitar 40 persen industri (otomotif) itu juga kita ekspor. Jadi jangan ragu-ragu untuk menjadikan Indonesia sebagai export hub di region ini, terutama untuk yang passenger market,” ujar Rachmat Kaimuddin dalam acara Sosialisasi Insentif atas Investasi KBLBB kepada Stakeholder di Jakarta, Jumat (1/3).
Menurut dia, sebanyak 54 persen otomotif Indonesia diekspor ke pasar ASEAN. Kemudian disusul Timur Tengah sebesar 18 persen, Amerika Utara sebesar 15 persen, Amerika Selatan sebesar 6 persen, Asia Timur 4 persen dan Afrika 1 persen.
“Kita juga punya export market yang sangat besar, mostly ASEAN, tapi juga untuk Middle East, bahkan North America, South America,” jelas Rachmat.
Selain berpeluang menjadi pengekspor otomotif, Indonesia juga dapat menjadi pasar yang besar untuk mobil penumpang. Bahkan, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asean, Indonesia merupakan pasar mobil penumpang terbesar.
Berdasarkan data Kemenko Marves, Indonesia menjual 762.000 unit mobil penumpang di dalam negeri sepanjang 2023, dari total 1.006.000 unit mobil yang terjual.
“Walaupun mungkin ada negara tetangga kita yang produksi lebih banyak buat ekspor, tapi market kita, both passenger and commercial, digabungkan paling gede, dan nanti produksinya juga memang paling gede,” pungkas Rachmat.
