Kemenkop UKM: Jumlah Wirausahawan RI Masih Kalah dari Singapura & Thailand
·waktu baca 2 menit

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengungkapkan bahwa jumlah wirausaha di Indonesia saat ini masih sangat rendah. Menurut Deputi Bidang Kewirausahaan Siti Azizah, angkanya baru mencapai level 3,47 persen.
Angka tersebut jauh berada di bawah level negara-negara tetangga, seperti Singapura yang berada di angka 8,7 persen, serta Thailand sebesar 4,5 persen.
Pemerintah, kata Siti, bakal menargetkan angka tersebut mencapai 4 persen di 2024. Soalnya, semakin tingginya angka wirausahawan ini menjadi salah satu indikator penentu agar negara tersebut mampu naik kelas menjadi negara maju.
"Kita sedang meningkatkan berbagai macam program untuk bisa mencapai 3,95 persen di tahun 2024. Kalau negara maju itu di atas 12,5 persen, ini salah satu indikator negara maju di mana kewirausahaan makin tinggi," ujar Siti dalam webinar Berikanpreneur 2021, Selasa (2/11).
Salah satu cara yang ditempuh Kemenkop UKM untuk merealisasikan target tersebut, dengan blusukan ke kampus-kampus. Mereka saat ini menggandeng setidaknya 11 kampus untuk menjadi inkubator lahirnya wirausahawan muda.
Di antaranya kampus-kampus yang sudah digandeng tersebut yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Telkom University, hingga Unila Lampung. Nantinya semua kampus ini bakal mengajarkan materi kewirausahaan di bangku perkuliahan.
"Mungkin masa lalu kita merasa kuliah itu kalau enggak dokter, insinyur, atau ekonom, jarang yang menyarankan menjadi wirausaha. Tapi kondisi sudah berubah, di mana kita saat ini membutuhkan banyak wirausaha," ujarnya.
"Tujuan program ini adalah mengenalkan pada para mahasiswa sejak dini, bahwa wirausaha salah satu pilihan untuk mereka setelah mereka lulus. Jadi selama masa perkuliahan selalu mereka diberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan," sambung Siti.
Selain mendapatkan berbagai materi terkait kewirausahaan, para mahasiswa ini nantinya bakal dibimbing untuk membuka usaha saat lulus kuliah. Termasuk juga menyiapkan mereka untuk terjun ke startup-startup yang sudah ada.
"Para universitas bisa menginkubasi untuk startup melalui program inkubasi. Jadi kita sudah punya 264 tenant dari beberapa lembaga inkubator di kampus tersebut," tuturnya.
