Kumparan Logo

Kemenperin: 6 Perusahaan Mobil Listrik Mau Tambah Investasi Rp 15,52 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul dalam diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di Kantor Kemenperin, Senin (19/5/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul dalam diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di Kantor Kemenperin, Senin (19/5/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membeberkan ada enam perusahaan yang saat ini menikmati insentif mobil listrik impor atau Battery Electric Vehicle (BEV) impor.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Mahardi Tunggul Wicaksono, keenam perusahaan tersebut juga akan menambah investasinya di Indonesia senilai Rp 15,52 triliun. Sementara rencana kapasitas produksi keenam produsen tersebut mencapai 350 ribu unit.

"Terdapat enam perusahaan yang mengikuti program insentif CBU dengan total rencana penambahan investasi sebesar Rp 15 triliun, serta rencana penambahan kapasitas produksi sebesar 305 ribu unit,” tutur Tunggul dalam gelaran diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) soal Insentif BEV Impor di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (25/8).

Keenam perusahaan tersebut adalah PT National Assemblers yang memperluas kapasitas produksi dengan merek BEV Citroen 15 ribu unit dengan investasi Rp 105,71 miliar, AION 25 ribu unit investasi Rp 442,41 miliar, Maxus sebanyak 6 ribu unit dengan investasi Rp 51,69 miliar.

Lalu PT BYD Auto Indonesia yang membangun pabrik baru BEV 150 ribu unit dengan investasi Rp 11,26 triliun. PT Geely Motor Indonesia sebanyak 20 ribu unit BEV dengan investasi Rp 42,36 miliar.

Mobil listrik BYD Atto 1 ditampilkan di booth Mobil Listrik BYD saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Kemudian PT VinFast Automobile Indonesia yang membangun pabrik baru dengan produksi sebanyak 50 ribu unit dan investasi Rp 3,5 triliun. Selanjutnya PT Era Industri Otomotif dengan produk BEV Xpeng sebanyak 20 ribu unit dengan investasi Rp 76,46 miliar.

Terakhir PT Inchape Indomobil Energi Baru yang memperluas kapasitas produksi BEV GWM Ora sebanyak 4.000 unit dengan investasi Rp 20,1 miliar.

Saat ini pemerintah memberikan insentif untuk importasi Completely Built up (CBU) mobil listrik yaitu bea masuk dan keringanan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Perusahaan-perusahaan yang ingin mendapatkan insentif-insentif tersebut harus memproduksi BEV dalam negeri 1:1 dari jumlah CBU yang diimpor.

Dalam paparannya, Tunggul menjelaskan sepanjang 2021 hingga Juni 2025, investasi di industri kendaraan bermotor sudah mencapai Rp 174,31 triliun. Angka tersebut terdiri dari Rp 143,91 triliun investasi di industri kendaraan roda empat dan Rp 30,4 triliun di industri kendaraan roda dua.

Dari sisi tenaga kerja, industri kendaraan roda empat dalam periode tersebut telah mempekerjakan sebanyak 69,39 ribu tenaga kerja dan industri kendaraan roda dua telah mempekerjakan 30,31 ribu orang.