Kumparan Logo

Kemenperin: Hannover Messe 2023 Dorong Industri Manufaktur Berkelanjutan di RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kemenperin di pameran Hannover Messe 2023. Foto: Kemenperin.
zoom-in-whitePerbesar
Kemenperin di pameran Hannover Messe 2023. Foto: Kemenperin.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut pameran Hannover Messe 2023 diharapkan mendorong kebijakan hilirisasi industri Tanah Air. Saat ini, kebijakan industri manufaktur didukung dengan ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi dan pasar yang besar, serta ekonomi yang terjaga.

Indonesia juga berkomitmen kuat menjaga keberlangsungan lingkungan. Ditargetkan, pada tahun 2023, sebanyak 23 persen energi berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Dalam Hannover Messe 2023 ini, Indonesia menampilkan berbagai kemampuan sektor manufaktur dalam penerapan teknologi industri 4.0. Selain itu, Indonesia juga akan mengusung isu yang sedang berkembang di dunia, termasuk yang terkait dengan implementasi energi hijau (green energy).

“Salah satu tema yang sangat terkait dengan isu green energy yang saat ini menjadi hot topic dalam wacana pembangunan industri yang berkelanjutan, yaitu sustainability and energy transition,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (Dirjen KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Eko S.A. Cahyanto dalam keterangannya, Selasa (18/4).

“Indonesia menampilkan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah dalam upaya mendukung proses transformasi dari conventional manufacturing system menuju green industry manufacturing systems,” lanjutnya.

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida mengatakan, strategi sustainability, green industry dan transformasi digital memang telah menjadi keharusan bagi pelaku industri, khususnya Pulp dan Paper saat ini. Sebab jika tidak, industri akan semakin tertinggal dan tidak ada lagi konsumen yang mau membeli produk perusahaan yang tidak mempertimbangkan keberlanjutan.

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) di Hannover Messe 2023. Foto: Kemenperin

Menurut Liana, untuk jangka pendek, sustainability dan transformasi digital memang terlihat menjadi beban biaya bagi industri. Namun dalam jangka panjang, kebijakan ini mampu mendatangkan keuntungan. "Jadi pebisnis harus melihat secara jangka panjang," ungkapnya.

Ia mencontohkan sustainability yang sudah dijalankan industri pulp dan paper, di antaranya yaitu penghematan energi, air dan mendaur ulang sampah. "Misalnya sludge dari IPAL itu dipakai sebagai bahan bakar, jadi tidak dibuang. Sehingga menghemat semaksimal mungkin hal-hal yang bisa dihemat," lanjut dia.

Dari sisi industri, Hannover Messe 2023 menghadirkan produk-produk berkualitas kepada para pelanggan, serta tetap mengedepankan praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas berupaya untuk selalu mengedepankan proses transformasi teknologi dan digital dalam seluruh aspek operasional dan proses bisnisnya dari hulu ke hilir.

Perjalanan transformasi digital yang APP Sinar Mas lakukan telah berlangsung selama lebih dari 25 tahun, dengan menggandeng Perusahaan-Perusahaan teknologi terkemuka di dunia. Penerapan digitalisasi pada proses bisnis APP Sinar Mas dimulai sejak akhir 1990'an karena menyadari potensi besar teknologi digital dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi dan produktivitas.

"APP Sinar Mas sudah meluncurkan Vision 2020, di 2020 kami melanjutkan dengan Roadmap Vision 2030. Di situ berisi seluruh program dan strategi keberlanjutan yang diterapkan oleh APP Sinar Mas. Kami juga dalam rangka digital transformasi menerapkan atau berproses terus menerus bagaimana kami beradaptasi dengan transformasi digital dan sistem otomasi," kata Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Hannover Messe 2023 yang diadakan di Hannover Congress Centrum, Hannover, Jerman. Dalam penyelenggaraan tahun ini, Indonesia mendapatkan kesempatan emas menjadi official partner country.

Indonesia mengangkat tema Making Indonesia 4.0 dalam Hannover Messe 2023. Presiden menyebutkan, tema Making Indonesia 4.0 sangat relevan bagi Indonesia yang sedang melakukan transformasi ekonomi melalui inovasi dan teknologi.

“Saat ini Indonesia menjalankan dua strategi besar, yaitu hilirisasi industri serta ekonomi hijau,” ujar Jokowi.