Kumparan Logo

Kemenperin Kerja Sama dengan 2 Perusahaan Jepang, Kembangkan SDM Industri RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustasi pekerja di pabrik Daihatsu Indonesia. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustasi pekerja di pabrik Daihatsu Indonesia. Foto: dok. Istimewa

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjalin kerja sama dengan dua perusahaan Jepang Morimitsu Industry Co., Ltd dan AAI Co., Ltd, untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) industri melalui berbagai program dan kegiatan, termasuk penyelenggaraan pendidikan vokasi.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin RI, Masrokhan dengan CEO Morimitsu Industry Co., Ltd, Mitsusaki Shunji dan Chairman AAI Co., Ltd, Nakamura Hirohide di Nagasaki, Jepang pada Selasa (25/6) waktu setempat.

“Indonesia dan Jepang saling mendukung dan sama-sama memetik keuntungan dalam kerja sama di sektor industri. Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki sejarah yang panjang dalam mendukung industrialisasi di Indonesia dengan membawa investasi sektor industri manufaktur ke dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Rabu (26/6).

Adapun kolaborasi dalam pelaksanaan pendidikan vokasi industri ini akan berlangsung selama lima tahun. Perlu diketahui, Morimitsu Industry Co., Ltd merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri energi dan manufaktur permesinan. Sedangkan, AAI Co., Ltd adalah perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi pengembangan bisnis dan energi terbarukan.

“Kami sangat mengapresiasi dan merasa sangat senang karena Morimitsu dan AAI telah menjadi bagian dalam pengembangan SDM industri di Indonesia. Upaya ini merupakan wujud nyata Kemenperin membuka kelas internasional di Jepang,” ujar Masrokhan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjadi kerja sama dengan dua perusahaan Jepang Morimitsu Industry Co., Ltd dan AAI Co., Ltd, untuk mengembangkan SDM. dok. Kemenperin.

Diharapkan kerja sama ini akan mencetak SDM yang kompeten dalam mendukung peningkatan produksi dan inovasi di sektor industri manufaktur nasional.

Begitu juga dapat  meningkatkan kerja sama dengan berbagai institusi di Jepang khususnya bidang pendidikan vokasi industri, serta  diharapkan bisa mendapatkan pengetahuan baru, tambahan pengalaman, dan contoh praktik terbaik dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi.

Dalam implementasinya, kerja sama ini akan melibatkan unit pendidikan vokasi milik Kemenperin, yakni Politeknik ATI Makassar. “Kami ingin para mahasiwa di Politeknik ATI Makassar yang mengikuti program ini mendapatkan kesempatan praktik kerja industri di Morimitsu. Selanjutnya, kami berharap mereka lulus dan dapat bekerja di perusahaan ini,” papar Masrokhan.

Saat ini Kemenperin memiliki 13 perguruan tinggi dan 9 SMK yang menyelenggarakan pendidikan vokasi. Jumlah lulusan SMK dan Politeknik milik Kemenperin mencapai 6.000 orang per tahun, dan pada umumnya sudah banyak yang dipesan oleh industri pada saat wisuda. “Tentunya, kami juga akan merasa sangat senang apabila Morimitsu dan AAI menjadi bagian dalam upaya pengembangan SDM industri yang kompeten di Indonesia,” tandasnya.