Kumparan Logo

Kemenperin Ungkap Penyebab Indeks Kepercayaan Industri Mei 2025 Meningkat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pegawai di pabrik garmen. Foto: Algi Febri Sugita/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pegawai di pabrik garmen. Foto: Algi Febri Sugita/Shutterstock

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Mei 2025 mencapai 52,11 poin, naik 0,21 poin dibandingkan periode April 2025 sebesar 51,90 poin.

"Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, ada 21 subsektor mengalami ekspansi dan 2 subsektor kontraksi. Subsektor yang ekspansi memiliki kontribusi sebesar 95,7 persen terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas Triwulan I 2025,” ujar Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif di Kantor Kemenperin Jakarta, Selasa (27/5).

Menurut Febri, industri pada bulan Mei 2025 dipengaruhi oleh kebijakan baru pemerintah terkait pengadaan barang dan jasa yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025.

"Naiknya IKI domestik pada Mei 2025 disebabkan karena Industri dalam negeri memberikan apresiasi positif terhadap kebijakan baru, yang kebijakan tersebut kebijakan progresif yakni Perpres 46/2025 tentang Pengadaan Barang dan Jasa," jelasnya.

Febri melanjutkan, dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi berasal dari Industri Alat Angkutan Lainnya dan Industri Pengolahan Tembakau. Sedangkan dua subsektor yang kontraksi adalah Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, dan Industri Peralatan Listrik.

Adapun pada bulan Mei 2025 nilai IKI variabel pesanan baru mengalami peningkatan sebesar 2,13 poin sehingga mengalami fase ekspansi yaitu 51,77.

Selanjutnya, nilai IKI variabel produksi mengalami perlambatan ekspansi sebesar 2,09 persen atau mencapai 52,43. Selain itu, nilai IKI variabel persediaan produk juga mengalami perlambatan ekspansi sebesar 1,15 poin atau mencapai 52,48.

Stafus Menteri Perindustrian dan Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (6/3/2025). Foto: Muthia Firdaus/kumparan

Selanjutnya, Febri menilai kegiatan usaha secara umum masih baik, di mana kegiatan usaha secara umum sebanyak 74,3 persen responden menyampaikan kegiatan usahanya membaik dan stabil.

"Proporsi industri yang menyatakan kondisi usahanya pada bulan Mei 2025 membaik sebanyak 28,9 persen meningkat 2,7 persen. Sedangkan persentase responden yang menjawab kondisi usahanya stabil sebesar 45,4 persen," imbuh Febri.

Di sisi lain, persentase pelaku usaha yang menyatakan kondisi usahanya menurun di bulan Mei 2025 menurun 0,2 persen menjadi 25,7 persen.

Kemudian, di bulan Mei 2025, optimisme pelaku usaha terhadap kondisi usahanya 6 bulan ke depan tidak banyak berbeda dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar 66,6 persen. Angka ini menurun 0,2 persen dibandingkan dengan persentase bulan sebelumnya.

"Sebanyak 25,0 persen pelaku usaha menyatakan kondisi usahanya stabil selama 6 bulan mendatang. Persentase pesimisme pandangan pelaku usaha terhadap kondisi usaha 6 bulan ke depan sebesar 8,4 persen, menurun 0,1 persen dibandingkan dengan persentase sebelumnya," katanya.

instagram embed