Kumparan Logo

Kemensos: Realisasi Bansos 98,5 Persen, Jika Ada Sisa Dikembalikan ke Kas Negara

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bantuan paket sembako (bansos) dari Presiden Joko Widodo. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Bantuan paket sembako (bansos) dari Presiden Joko Widodo. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Realisasi dana bantuan sosial (bansos) untuk penanganan corona sudah mencapai Rp 125,35 triliun hingga 28 Desember 2020. Angka ini setara dengan 98,5 persen dari pagu anggaran Rp 127,20 triliun.

“Realisasi sampai 28 Desember ini program perlindungan sosial sudah mencapai 98,54 persen,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras dalam webinar FMB9, Selasa (29/12).

Secara rinci, program Bansos Sembako Jabodetabek sudah hampir tersalurkan seluruhnya, yakni sebesar Rp 6,492 triliun dari total pagu Rp 6,498 triliun.

Program Bansos Tunai sudah terealisasi Rp 31,58 triliun dari pagu anggaran Rp 32,4 triliun. Angka ini setara dengan 97,55 persen.

Realisasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 41,56 triliun atau sudah terserap 97,59 persen dari total pagu Rp 42,59 triliun.

Kementerian PUPR salurkan bansos bagi warga terdampak corona. Foto: Dok. Kementerian PUPR

Selain itu, realisasi Bansos Tunai Bagi Keluarga Penerima Manfaat non-Program Keluarga Harapan (PKH) sudah terserap seluruhnya yakni sebesar Rp 4,5 triliun.

Begitu juga dengan realisasi PKH yang telah mencapai 100 persen atau senilai Rp 36,71 triliun. Terakhir, Program Bansos Beras juga sudah terealisasi sepenuhnya atau senilai Rp 4,51 triliun.

Hartono menuturkan, masih ada waktu beberapa hari ini agar dana bansos bisa terserap seluruhnya kepada penerima. Namun dia memastikan, jika memang tak bisa terserap 100 persen, dana itu akan dikembalikan ke kas negara.

“Jadi kita masih optimistislah sampai beberapa hari ini sudah terserap semua. Nanti kalau ada yang tidak terserap, akan kita kembalikan ke kas negara di Kemenkeu,” jelasnya.