Kumparan Logo

Kementan: Harga Bawang Merah Masih Normal karena Stok Surplus

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Com-Kementan Ekspor Bawang Merah (Foto: Thinkstocks)
zoom-in-whitePerbesar
Com-Kementan Ekspor Bawang Merah (Foto: Thinkstocks)

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menegaskan stok bawang merah masih aman hingga awal tahun 2018. Kondisi saat ini, harga bawang merah di tingkat eceran juga masih normal berkisar antara Rp 24.000-30.000/kg.

"Bawang merah itu aman, memang gejolak-gejolak sedikit ada ya, gejolak itu masih dalam tahap wajar," kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto, saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Kantor Pusat KKP, Jakarta, Jumat (29/12).

Bahkan menurut dia, harga bawang merah di tingkat petani cukup rendah yaitu hanya Rp 7.000/kg atau di bawah Break Event Point (BEP). Pasalnya stok bawang merah saat ini sangat banyak karena panen yang bersamaan.

Bawang Merah di Brebes (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bawang Merah di Brebes (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Menurut datanya, ketersediaan bawang merah di tingkat nasional bulan Desember 2017 sebesar 123.849 ton. Sedangkan tingkat kebutuhan bawang merah hanya mencapai 109.437 Ton. Artinya, stok bawang merah masih surplus sebesar 14.412 ton.

Sementara itu, perkiraan stok bawang merah di tingkat nasional bulan Januari hingga Maret 2018 berjumlah 339.386 ton. Sedangkan perkiraan kebutuhan berjumlah 300.184 ton. Artinya, masih ada surplus stok bawang merah sebanyak 37.556 ton hingga Maret 2018 mendatang.

"Harga bawang merah di petani masih cukup rendah di bawah BEP," ujarnya.

Dengan kondisi saat ini, Kementan sudah menginstruksikan agar petani tidak melakukan panen secara serentak di tahun depan. Harus ada perubahan pola tanam agar panen bawang merah bisa berlangsung sepanjang tahun. Sehingga tidak ada periode kekosongan stok yang menyebabkan harga bawang merah merangkak naik.

"Jadi kami Kementerian Pertanian ada mekanisme pola tanam. Kita susun pola ini agar petani tidak panen bersamaan," tutupnya.