Kumparan Logo

Kementan Minta Bulog dan ID Food Serap Telur Peternak Rp 30 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peternak memanen telur ayam di salah satu peternakan di kawasan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (16/11).  Foto: Fransisco Carolio/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Peternak memanen telur ayam di salah satu peternakan di kawasan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (16/11). Foto: Fransisco Carolio/ANTARA FOTO

Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Perum Bulog dan ID Food menyerap telur dari peternak senilai Rp 30 miliar. Tujuannya untuk membantu peternak di tengah persoalan penyerapan telur.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi persoalan telur, mulai dari penyerapan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan pabrik pengolahan telur menjadi tepung telur.

“Pertama MBG menyerap, kami sudah bicara dengan Kepala BGN. Yang kedua adalah jangka panjang itu membangun pabrik pengolahan telur, tepung telur. Yang ketiga adalah untuk darurat kami minta ID Food dengan Bulog menyerap,” kata Amran usai pertemuan dengan perwakilan peternak di Kantor Kementan, Jakarta Selatan Selatan, Selasa (27/10).

Amran menyebut nilai penyerapan telur oleh Bulog dan ID Food diperkirakan mencapai Rp 30 miliar. Dia mengatakan kedua perusahaan tersebut sanggup melakukan penyerapan dan meminta pelaksanaannya dimulai segera.

“Nilainya katanya Rp 30 miliar, itu nggak masalah. Bulog sanggup dengan ID Food. Jadi kami minta bergerak mulai sekarang,” ujarnya.

Peternak memanen telur ayam di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (11/9/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Selain penyerapan, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan pabrik pengolahan telur menjadi tepung telur. Amran menyebut pabrik tersebut akan dibangun oleh badan usaha milik negara (BUMN).

“(Pabrik tepung telur) BUMN, kami sudah bicara dengan Pak Dony (COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN) langsung,” ujar Amran.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah membahas pengaturan harga acuan telur untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak dan konsumen. Hal ini menyusul masukan peternak yang menilai harga acuan telur di tingkat peternak yang sebesar Rp 24.000 masih terlalu rendah.

“Doakan, kita atur dulu harga acuan pemerintah, atau harga pembelian pemerintah, kemudian harga eceran tertinggi. Sementara digodok, kita lakukan terbaik untuk peternak. Tapi ingat, konsumen juga tidak boleh korban,” ujarnya.

instagram embed