Kumparan Logo

Kementan soal Penurunan Produksi Kakao: Kami Prioritaskan Pangan Dulu

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petani memanen buah kakao (Foto: Antara/Akbar Tado)
zoom-in-whitePerbesar
Petani memanen buah kakao (Foto: Antara/Akbar Tado)

Produksi kakao dalam negeri terus turun. Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) menyebut tahun lalu produksi kakao lokal hanya 280 ribu ton.

Produksi yang merosot memaksa pemerintah mengimpor kakao lebih banyak. Tercatat, tahun lalu Indonesia mengimpor 200 ribu ton kakao, tertinggi sepanjang sejarah karena rata-rata impor kakao hanya 60 ribu ton per tahun.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Kementerian Pertanian, Risfaheri, mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih fokus meningkatkan produksi pangan. Komoditas perkebunan seperti kakao belum mendapat perhatian khusus.

"Memang konsentrasi terbesar Kementerian Pertanian untuk pangan. Bukan tidak ada (prioritas untuk kakao). Tapi yang terbesar saat ini untuk pangan," ujar Risfaheri saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (15/2).

Menurutnya, penurunan produksi terjadi karena banyak tanaman kakao yang sudah tua dan tidak produktif, sehingga hasil panen sedikit. "Banyak tanaman kakao kita sudah tua. Proses peremajaannya kurang maksimal ya," ungkapnya.

Gerakan Nasional (Gernas) Kakao yang dicanangkan pemerintah beberapa tahun lalu juga diakui Risfaheri tidak terlalu berhasil.

"Memang kemarin ada program Gernas Kakao tapi tidak maksimal kelihatannya. Kita mengharapkan ada peningkatan ternyata tidak," ujar Risfaheri.

Meski demikian Risfaheri mengatakan pemerintah tetap melakukan Gernas Kakao. Hanya saja program ini memang bukan prioritas utama pemerintah.