Kementan Surati Bulog, Pastikan Pasokan Beras 600 Ribu Ton Tersedia
·waktu baca 3 menit

Kementerian Pertanian (Kementan) menyurati Perum Bulog terkait data ketersediaan beras yang bisa diserap. Surat tersebut menindaklanjuti RDP Komisi IV DPR pada 23 November 2022 lalu.
Dalam RDP tersebut, Kementan menyatakan ada 600 ribu ton beras yang siap diserap Bulog. Namun, Bulog mengaku barangnya tidak ada saat dicek di lapangan.
"Menindaklanjuti kesimpulan RDP antara Eselon I Kementerian Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, Direktur Utama Perum Bulog, dan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia atau Holding Pangan ID FOOD dengan Komisi IV DPR RI pada tanggal 23 November 2022, bersama ini kami sampaikan data kesiapan penggilingan di 24 provinsi memasok beras ke Bulog sebesar 610.632 ton berlaku hingga akhir Desember 2022," dikutip dari keterangan tertulis Kementan, Rabu (30/11).
Dalam rilis tersebut, tidak diterangkan secara rinci lokasi dan harga beras di setiap daerah. Koordinator Data Evaluasi dan Pelaporan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Batara Siagian, mengatakan pihaknya berkomitmen atas validitas data BPS yang dijadikan sebagai rujukan pasokan beras yang bisa diserap oleh Bulog.
“Hal ini tentu sebagai komitmen kami meyakinkan data BPS tidak ada keraguan sesungguhnya, karena faktanya di lapangan beras ada. Namun tentu dengan variasi harga tergantung lokasi,” jelas Batara.
Batara berharap Bulog dapat segera menyerap beras tersebut. Sehingga tidak perlu melakukan importasi beras karena petani lokal masih mampu memenuhi kebutuhan gudang Bulog.
“Dibandingkan produksi secara nasional, sebenarnya kebutuhan gudang cadangan beras bulog sangat kecil. Tidak mungkin tidak dapat terpenuhi. Saat ini pun petani sedang berproduksi, dan bulan Februari-Maret stok akan melimpah. Kami mohon masa panen raya bisa dimaksimalkan penyerapan,” tutur Batara.
Tak Sesuai Janji Kementan
Dalam RDP Komisi IV DPR RI, Rabu (23/11), Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso alias Buwas, mengatakan pihaknya telah mengadakan rapat terbatas untuk membahas persoalan pasokan beras nasional.
Waktu itu, kata Buwas, Kementan menjanjikan ada pasokan surplus beras 6 juta ton dan sebanyak 1 juta ton bisa dibeli Bulog dengan harga komersil.
"Sampai hari ini kami membeli yang harga Rp 10.200. Ini kita beli. Bukannya kita tidak mau tapi jumlahnya memang tak tercapai. Jumlahnya tidak ada" ujar Buwas..
Pada waktu rapat terbatas itu, Buwas mengatakan pihak Kementan menjanjikan dalam kurun waktu tak sampai seminggu akan ada 500 ribu ton beras yang bisa diserap Bulog.
"Karena janji itu tidak terealisasi dan saya sudah mencoba pendekatan kepada pengusaha beras besar, mereka juga tidak bersedia memberikan dengan harga komersial karena dia harus jaga supply-nya untuk pasar mereka," pungkasnya.
Adapun Bulog ditargetkan bisa mengamankan pasokan 1,2 juta ton beras sampai akhir 2022. Per 23 November lalu, pasokan beras yang diamankan Bulog masih 594.856 ton.
