Kumparan Logo

Kementan Tetapkan Harga Telur Rp 24 Ribu di Tingkat Peternak, Mulai 15 juli 2026

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja menyortir telur di sebuah kios agen telur di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menyortir telur di sebuah kios agen telur di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan harga telur ayam ras Rp 24 ribu per kilogram (kg), lalu harga live bird (ayam pedaging hidup) ditetapkan sebesar Rp 19.500 per kg di tingkat peternak. Ketentuan ini akan berlaku mulai 15 Juli 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam gelaran rembuk perunggasan yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Kementan, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan sektor perunggasan pada Senin (6/6).

"Mulai 15 Juli nanti kita sepakati harga live bird sebesar Rp 19.500 per kilogram dan harga telur Rp 24.000 per kilogram. Tugas kita bersama memastikan harga ini berjalan sehingga peternak semakin sejahtera, sementara harga di tingkat konsumen tetap sesuai ketentuan yang berlaku," kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam keterangannya, Rabu (8/7).

Lebih lanjut, Sudaryono menjelaskan rembuk ini dilakukan untuk merespons merosotnya harga ayam pedaging dan telur di tingkat peternak hingga di bawah biaya pokok produksi. Rembuk dilakukan untuk mencari solusi agar keberlanjutan usaha peternakan rakyat tetap terjaga.

Sudaryono menuturkan pemerintah akan menjaga keseimbangan harga ayam dan telur. Tujuannya agar peternak memperoleh keuntungan yang layak dan masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau.

Pekerja menyortir telur di sebuah kios agen telur di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Peternaknya harus untung, tetapi konsumennya juga tidak boleh dirugikan. Karena itu harga ayam maupun telur tidak boleh terlalu mahal, tetapi juga tidak boleh terlalu murah. Negara hadir untuk menjaga keseimbangan tersebut," jelas Sudaryono.

Sudaryono menambahkan selain telah mencapai swasembada ayam dan telur ayam ras, saat ini Indonesia juga telah mencapai surplus produksi. Hal ini yang mendorong langkah pemerintah untuk melakukan ekspor telur.

" Produk unggas Indonesia sudah diekspor ke 11 negara dan ke depan akan terus kita tingkatkan, termasuk membuka peluang pasar Arab Saudi untuk kebutuhan umrah dan haji serta memperluas akses ke China yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk unggas Indonesia," ujar Sudaryono.

Dalam rembuk ini juga dihasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat industri perunggasan nasional, antara lain menjaga ketersediaan bahan baku pakan, meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi, memperkuat perlindungan terhadap peternak rakyat, danmengantisipasi praktik-praktik usaha yang dapat mengganggu stabilitas pasar.

"Ketika suplai melimpah sementara permintaan menurun, harga otomatis ikut turun. Yang terus kami lakukan adalah menjaga keseimbangan supply dan demand melalui berbagai langkah jangka pendek, menengah, dan panjang agar harga di tingkat peternak tidak berada di bawah biaya pokok produksi. Jika kondisi ini terus berlangsung, keberlanjutan usaha peternak akan terganggu dan produksi nasional juga terancam," jelas Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda.

Dalam rembuk ini juga disepakati untuk menggelar forum evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh keputusan yang telah disepakati berjalan efektif sekaligus merespons dinamika sektor perunggasan. Tujuannya untuk merumuskan langkah-langkah lanjutan dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, memperkuat perlindungan terhadap peternak, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok.