Kumparan Logo

Kementan Usul Tambahan Anggaran Rp 5 T untuk Kembangkan Komoditas Kelapa-Kakao

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petani mengupas dan mengumpulkan buah kelapa yang baru dipanen di Desa Leungah, Aceh Besar, Aceh, Kamis (24/4/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petani mengupas dan mengumpulkan buah kelapa yang baru dipanen di Desa Leungah, Aceh Besar, Aceh, Kamis (24/4/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk mendukung pengembangan sejumlah komoditas perkebunan strategis pada 2027.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI. Dengan tambahan anggaran tersebut, pagu Kementan yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 23,23 triliun naik menjadi Rp 28,02 triliun.

"Dalam rangka menjamin kepastian pasokan bahan baku industri pengolahan, peningkatan penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat substitusi impor dan daya saing ekspor nasional sesuai arahan Bapak Presiden, Kementerian Pertanian tanggal 18 Agustus 2026 telah bersurat ke Menteri Keuangan terkait usulan anggaran belanja tambahan Rp 5 triliun," kata Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9).

Amran menjelaskan, tambahan anggaran itu akan difokuskan untuk pengembangan sejumlah komoditas perkebunan strategis meliputi kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete. Anggaran tersebut juga akan digunakan untuk mendukung pengadaan 1.250 unit traktor untuk komoditas tebu.

Ilustrasi Buah Kakao Uganda. Foto: PHILEMON BARBIER/AFP

Selain usulan tambahan anggaran Kementan, Amran menyampaikan total pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk seluruh bidang pada 2027 mencapai Rp 5 triliun. Dari jumlah tersebut, DAK subbidang pertanian mendapat pagu Rp 111 miliar.

“Daerah prioritas penerima DAK fisik tahun anggaran 2027 diketuk 20 kabupaten di 10 provinsi sedangkan untuk alokasi DAK non-fisik 2027 belum ditetapkan oleh Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Amran mengatakan, kebijakan anggaran tersebut sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 Yaitu akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri.

Tema tersebut kemudian diterjemahkan Kementan melalui sejumlah program prioritas untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Program tersebut mencakup penyediaan infrastruktur lahan dan air, benih dan bibit berkualitas, sarana produksi pertanian, hilirisasi pertanian, modernisasi pertanian, hingga penguatan penyuluhan dan regenerasi petani.

Ilustrasi lada putih. Foto: Shutter Stock

Melalui berbagai program tersebut, Kementan juga menetapkan target produksi sejumlah komoditas prioritas pada 2027. Pemerintah menargetkan produksi beras sebesar 34,83 juta ton, jagung 18,23 juta ton, kedelai 392 ribu ton, ubi kayu 17,79 juta ton, serta tebu 42 juta ton.

Sementara untuk komoditas perkebunan, target produksi kelapa sawit ditetapkan sebesar 245,4 juta ton, kopi 791 ribu ton, kelapa 2,9 juta ton, kakao 633 ribu ton, pala 41 ribu ton, dan lada 64 ribu ton.

Kementan juga menargetkan produksi susu sebesar 922 ribu ton, telur 8,08 juta ton, daging 5,28 juta ton, bawang merah 2,14 juta ton, bawang putih 40,63 ribu ton, serta cabai 3,13 juta ton.

instagram embed