Bisnis
·
13 Desember 2019 19:19

Kementerian BUMN: Anak dan Cucu Garuda yang Tak Produktif Akan Ditutup

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kementerian BUMN: Anak dan Cucu Garuda yang Tak Produktif Akan Ditutup (373667)
Kartika Wirjoatmojo, Direktur Utama Bank Mandiri Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengkaji pembubaran anak usaha maupun cucu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Tidak terkecuali PT Garuda Tauberes Indonesia.
ADVERTISEMENT
Adapun nama Garuda Tauberes Indonesia mencuat setelah adanya surat dari Dewan Komisaris Garuda Indonesia kepada Menteri BUMN Erick Thohir tertanggal 9 Desember 2019 tentang pemberhentian jabatan dewan komisaris yang diisi oleh Direksi Garuda Indonesia.
Ari Askhara, mantan Dirut Garuda Indonesia dan Mohammad Iqbal, mantan Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia tercatat sebagai Dewan Komisaris di Garuda Tauberes Indonesia.
"‎Kita mau review semua. Kalau misalnya anak perusahaan dan cucunya ada yang tidak produktif, kita akan tutup lah ya," tegas Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo saat ditemui di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (13/12).
Kementerian BUMN: Anak dan Cucu Garuda yang Tak Produktif Akan Ditutup (373668)
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal FIrdaus/kumparan
Dia menjelaskan berdasarkan pengamatannya sejauh ini, anak usaha Garuda Indonesia yang sejalan dengan core bisnis ‎yakni Garuda Maintenance Facility (GMF) dan Aero Wisata. Anak dan cucu usaha selebihnya tengah direview.
ADVERTISEMENT
"Yang corenya paling (cocok) GMF, Aero Wisata. Yang lain-lain tidak memberikan added value ada di cucu, kita review semua," ucap Tiko, sapaan akrabnya.
Berdasarkan keterangan tertulis Garuda Indonesia, perusahaan itu baru launching pada 11 September 2019. Tauberes merupakan aplikasi digital pertama di Indonesia yang menghubungkan layanan kargo udara dengan agen pengiriman barang ke masyarakat.
Di dalam aplikasi Tauberes terdapat platform e-commerce yang menyediakan jasa pemesanan logistik, baik itu untuk kurir, air cargo gateway dan payment yang dikembangkan oleh PT Garuda Tauberes indonesia.
Direktur Utama Garuda Tauberes Indonesia, Albert Burhan mengatakan, Tauberes merupakan aplikasi yang didesain sebagai one-stop logistic solution yang akan memiliki tiga fitur utama, yaitu Kirim Paket, Kargo Udara, dan Belanja Online.
ADVERTISEMENT
"Dengan dilengkapi fitur tracking antar pulau yang terkoneksi dengan sistem layanan penerbangan (maskapai), platform Tauberes ini akan memudahkan para pengguna jasa untuk memonitor pergerakan paket kiriman secara real time. Berbeda dengan aplikasi lainnya, melalui aplikasi ini nantinya paket juga akan dapat dimonitor pada saat di airport dan di pesawat sehingga pengiriman barang akan dapat dimonitor secara keseluruhan," jelas Albert dalam keterangan tertulis saat peluncuran Garuda Tauberes, Rabu (11/9).
Melalui aplikasi Tauberes tersebut, para pengguna jasa dapat memilih penyedia jasa pengiriman barang yang telah bekerjasama dengan Tauberes. Layanan ini diklaim telah ada di aplikasi IOS maupun android. Saat dicek, ternyata layanan bernama tauberes.in belum tersedia di aplikasi IOS.
Sedangkan saat mengunjungi situs perusahaan, Tauberes menawarkan jasa pengiriman paket, kargo udara, dan platform belanja online. Website ini masih dalam versi beta.
ADVERTISEMENT