Kementerian BUMN Lobi Lagi Luhut Agar KAI Bisa Impor 10-12 KRL

3 Mei 2023 13:07
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, saat ditemui di Gedung DPR, Rabu (12/4/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
ADVERTISEMENT
Kementerian BUMN masih berusaha melobi Menko Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk melakukan impor darurat KRL sebanyak 10-12 trainset (rangkaian kereta) setelah Lebaran atau awal Mei 2023.
ADVERTISEMENT
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pihaknya sudah berdiskusi dengan Ketua BPKP Muhammad Yusuf Ateh perihal impor KRL. Bahkan, BUMN sudah meminta Ateh untuk mengawal proses pengadaan.
"Saya sudah diskusi (soal impor KRL) dengan Pak Ateh dan lagi lapor ke Menkomarves," kata Tiko di Hotel Aryaduta, Rabu (3/5).
"Kemarin kita sudah hitung ulang, rasanya memang akan ada pendekatan 10 sampai 12 trainset yang harus kita akselerasi. Sudah kita minta Pak Ateh untuk mengawal proses pengadaannya," imbuhnya.
Tiko mengungkapkan BUMN juga akan mempercepat produksi KRL dalam negeri oleh PT INKA yang dipastikan rampung di tahun 2025.
Di sisi lain, BUMN juga tengah meneliti kerangka KRL yang sudah tua dan masih bisa diretrofit atau modernisasi trainset yang sudah usang. Adapun proses retrofit membutuhkan waktu sekitar 12-14 bulan sehingga baru selesai di tahun 2024.
ADVERTISEMENT
"Jadi selain kereta baru dari Inka, kita juga meretrofit kereta," ungkap Tiko.
Sebelumnya, Tiko memastikan, keputusan terkait impor KRL ini akan ditetapkan dalam waktu dekat, meski tidak mungkin sebelum Lebaran sesuai permintaan Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade.
"Enggak, enggak keburu (sebelum lebaran) karena sudah mau liburan. Mungkin setelah lebaran, awal Mei lah," tegasnya.
Sejumlah penumpang turun dari gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek di Stasiun KA Jakarta Kota, Jakarta, Senin (24/4/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Tiko menyebut akan menemui Ketua BPKP Muhammad Yusuf Ateh Senin depan. Dia juga akan bertemu dengan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Mendag Zulkifli Hasan untuk membahas impor darurat KRL ini.
Dia menambahkan, impor ini disebut darurat lantaran tidak ada pemberian izin impor permanen untuk KRL bekas dari Jepang karena dinilai tidak sesuai dengan semangat pemerintah meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
ADVERTISEMENT
"Kita akan bikin rencana kerja yang detail, berapa yang diretrofit 2024, berapa yang diproduksi 2025, tapi untuk mengisi gap sekarang ini karena kebutuhan masyarakat, kita mungkin akan ajukan impor yang sifatnya tidak permanen," jelasnya.