Kementerian ESDM Bidik 1.300 Unit Motor Dikonversi Jadi Motor Listrik Tahun Ini

Kementerian ESDM menargetkan realisasi konversi motor BBM menjadi motor listrik di tahun 2024 ini setidaknya bisa tercapai 1.300 unit.
Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi, menyebutkan pada tahun 2023 lalu realisasi konversi motor listrik hanya mencapai 145 unit, sementara hingga saat ini tercatat baru bertambah menjadi 200 unit.
"Tahun kemarin karena baru memulai ya dari Kementerian ESDM itu 145 unit, sekarang sudah hampir 200 unit," katanya saat ditemui di Jakarta International Expo, Kamis (26/9).
Meski demikian, Hendra mengungkapkan jumlah unit motor yang sedang dalam proses konversi sudah lebih dari itu, namun masih memproses administrasi seperti sertifikasi registrasi uji tipe (SRUT) dan sertifikasi uji tipe (SUT).
"Ini mesti diuji untuk mengeluarkan SUT dan SRUT, makanya nanti kita mengeluarkan di tahun ini 1000-an, minimal syukur-syukur bisa 1.300," kata Hendra.
Hendra juga berharap program konversi motor listrik ini bisa terus dilanjutkan di pemerintahan berikutnya. Namun, dia belum bisa membeberkan kepastiannya.
"Ini kan sesuatu yang baik ya mestinya harus terus, karena policy kita kan efisiensi mengurangi emisi, ya harus terus," tegasnya.
Lebih lanjut, Hendra menjelaskan konversi motor listrik menjadi salah satu upaya mengurangi emisi karbon di sektor energi selain menggencarkan pembelian kendaraan listrik baru.
Pasalnya, kata dia, saat ini ada sekitar 130 juta kendaraan bermotor roda dua yang mengaspal di jalanan. Kendati sudah ada program campuran bahan bakar nabati (BBN) seperti biodiesel, dia menilai perlu ada langkah lain untuk mengurangi emisi di transportasi.
"Kementerian ESDM fokus juga jadi dari sisi perindustrian menghasilkan produk motor yang low carbon dengan berbasis baterai, tapi yang ada sekarang bagaimana, kita punya kemampuan bengkel lokal yang bisa konversi, ini kita dorong dengan merangkul Kementerian Perhubungan dan Kakorlantas," tandas Hendra.
Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, target penurunan emisi karbon di sektor energi sebesar 358 juta ton CO2 hingga tahun 2030. Subsektor yang paling besar berkontribusi pada penurunan emisi ini yaitu energi terbarukan sebesar 181,45 juta ton CO2 dan efisiensi energi sebesar 132,25 juta ton CO2.
Terdapat beberapa aktivitas dari sisi efisiensi energi, yaitu manajemen energi diharapkan berkontribusi sebesar 36,14 juta ton CO2, peningkatan efisiensi peralatan rumah tangga 83,84 juta ton CO2, PJU hemat energi 1,76 juta ton CO2, kendaraan listrik 7,23 juta ton CO2, peningkatan efisiensi energi untuk memasak 3,23 juta ton CO2, serta JCM Indonesia 0,032 juta ton CO2.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM, Eniya Listiani Dewi, menuturkan pihaknya menargetkan realisasi paling optimistis untuk konversi motor listrik dapat mencapai 4.000 unit di tahun ini.
“Sekarang sudah 800-an, jadi ingin kita tingkatkan. Target kita sih sebetulnya 4.000 (unit motor konversi), memang 4.000 itu angka yang paling optimistis tahun ini. Tapi kita sediakan dulu untuk segitu,” kata Eniya saat ditemui usai acara PLN EV Conversion Race 2024 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/9).
Selain itu, Eniya menyebutkan dalam beberapa bulan ke depan, capaian konversi motor listrik ini akan bertambah menjadi 1.304 unit. Dia berharap, konversi kendaraan BBM menjadi EV ini akan dilakukan juga untuk kendaraan pelat merah.
“Hampir 1.304 (unit) kemungkinan sampai beberapa bulan lagi 1.304 (unit). Jadi kita harapkan nanti aplikasi di website juga tolong diakses dan untuk kendaraan pelat merah juga harus bersedia dikonversi. Kita harapkan antusiasmenya untuk melakukan konversi dari bensin ke listrik,” tutur Eniya.
