Kementerian ESDM Gelar Konvoi Kendaraan Listrik dari Jakarta hingga Bali
·waktu baca 4 menit

Kementerian ESDM menggelar konvoi kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan, mulai dari listrik, hybrid, dan konvensional dengan BBM campuran 40 persen biodiesel (B40) dari Jakarta hingga Bali.
Perhelatan bertajuk Green Transport Rally (GTR) yang berlangsung pada 20-24 Agustus 2023 ini mendukung agenda keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023. Konvoi ini menggambarkan komitmen negara-negara anggota ASEAN dalam mengatasi tantangan penurunan emisi di sektor transportasi.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priaadi, mengatakan Indonesia merupakan negara anggota ASEAN dengan konsumsi energi tertinggi dan akan terus meningkat secara signifikan seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi.
Menurutnya, Indonesia memiliki peran strategis dalam pengembangan energi terbarukan untuk mengatasi perubahan iklim, sekaligus mencapai tujuan ketahanan dan kemandirian energi, universalisasi, dan keterjangkauan.
“Upaya transisi energi di sektor transportasi melalui penggunaan kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan, akan turut mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat," ujar Yudo dalam Prosesi Pelepasan ASEAN GTR 2023 di kantor Kementerian ESDM, Minggu (20/8).
Direktur Eksekutif ASEAN Centre for Energy, Nuki Agya Utama, menyampaikan perhelatan ini mendorong kesadaran mobilitas berkelanjutan. Konvoi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi dan pilihan kendaraan yang menggunakan berbagai pasokan energi dan teknologi.
“Dengan mengintegrasikan ASEAN Green Transport Rally ke Forum Bisnis Energi ASEAN, ACE secara aktif berkontribusi untuk memfokuskan pada transportasi berkelanjutan di wilayah ASEAN dan menyoroti solusi inovatif yang dapat menemukan sumber energi alternatif untuk sektor transportasi," tuturnya.
Sesuai dengan ASEAN Energy Outlook ke-7 (AEO7), sektor transportasi merupakan salah satu sektor konsumsi energi terbesar di kawasan ini, terutama produk minyak. Hal ini menimbulkan masalah keamanan energi karena ASEAN merupakan pengimpor neto minyak, sekitar 182 juta ton minyak ekuivalen (mtoe) pada tahun 2020.
Pada saat yang sama ini juga akan berdampak pada emisi, di mana sektor transportasi menyumbang 20,9 persen dari total emisi pada tahun 2020. Sedangkan permintaan energi akan meningkat tiga kali lipat dalam skenario dasar pada tahun 2050
Upaya efisiensi energi, termasuk peralihan transportasi menggunakan bahan bakar nabati dan kendaraan listrik, dapat mengurangi impor minyak menjadi 846 mtoe. Oleh karena itu, menurut Nuki, urgensi untuk beralih ke sumber energi yang beragam dan berkelanjutan menjadi sangat penting.
Plt. Direktur Kemitraan BPDP Kelapa Sawit, Kabul Wijayanto, mengungkapkan saat ini Indonesia merupakan negara yang mengembangkan bahan bakar nabati (BBN) dengan blending rate dengan solar tertinggi di dunia, melalui implementasi program mandatori biodiesel 35 persen (B35).
Kabul menilai, penggunaan biodiesel dari sawit juga merupakan bentuk hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri dan efektif dalam mengurangi ketergantungan pasar ekspor untuk CPO (Crude Palm Oil) dan penggunaan bahan bakar fosil.
“BPDPKS mendukung penuh kegiatan Green Transport Rally 2023 sebagai ajang social awareness yang sangat baik kepada publik mengenai pemanfaatan bahan bakar nabati yang ramah lingkungan," pungkasnya.
Adapun ASEAN GTR merupakan rangkaian Forum Bisnis Energi ASEAN (ASEAN Energy Business Forum/AEBF) yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi keuntungan ekonomi dan lingkungan dari berbagai teknologi mobil penumpang yang menggunakan teknologi berkelanjutan.
Terdapat delapan unit mobil yang turut serta dalam kegiatan konvoi, yakni dua unit mobil Hyundai Ioniq, satu unit mobil Mercedes Eq, dua unit mobil Wuling Almaz Hybrid, satu unit Mitsubishi Pajero Sport, satu unit Toyota Kijang Innova, satu unit Toyota Hilux yang menggunakan bahan bakar B40, serta satu unit Suzuki Ertiga Hybrid.
Selain konvoi akan digelar acara pendukung di Surabaya yaitu Green Transport Talkshow. Acara ini diselenggarakan pada 21 Agustus 2023 di Hotel Mercure Manyar, Surabaya. Gelaran ini akan membahas solusi inovatif, gagasan dan diskusi untuk mendorong kawasan ASEAN menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Puncak reli akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, bertepatan dengan ASEAN Energy Business Forum (AEBF) 2023. Kehadiran para menteri energi dari seluruh negara di kawasan ASEAN menegaskan komitmen kolektif dan upaya bersama bertransisi energi menuju bebas emisi.
