Kementerian ESDM: Pertamax Bisa Jadi RON 96 Jika Dicampur Bioetanol 5 Persen

1 Maret 2023 15:01
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dirjen Migas Tutuka Ariadji. Foto: Kementerian ESDM
zoom-in-whitePerbesar
Dirjen Migas Tutuka Ariadji. Foto: Kementerian ESDM
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pencampuran bahan bakar nabati (BBN) bioetanol 5 persen (E5) terhadap Pertamax bisa meningkatkan kadar oktan (RON) BBM tersebut menjadi RON 96.
Saat ini, Pertamax merupakan BBM RON 92. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Tutuka Ariadji, menuturkan campuran etanol yang berasal dari tebu ini memang sudah diuji akan meningkatkan kadar oktan BBM, bahkan bisa mencapai RON 100.
"Nanti, kalau jumlahnya (tergantung) persentasenya, kalau sekarang kan tidak masih 5 persen, tapi bagus, lebih bisa RON 94 atau 96," ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Rabu (1/3).
Meski ada kemungkinan kadar oktan naik, Tutuka belum bisa membeberkan apakah akan ada kenaikan harga Pertamax jika sudah dicampur dengan bioetanol 5 persen, lantaran masih dalam tahap pengkajian teknis.
"Kita masih lihat data, jadi ada tahapan penggunaannya itu masyarakat luas tidak bisa langsung coba, seperti pilot lah, masih belum sampai ke arah harga," jelasnya.
"Kita belum bisa menyampaikan, nanti juga dipakainya masih dalam skala (kecil), jadi kalau harga-harga pun tidak berdampak, masih belum dalam waktu pendek lah kita coba dulu," tandas Tutuka.
Sebelumnya, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menyebutkan kerja sama Pertamina dengan PTPN untuk bahan baku E5 dari tebu ini masih dalam proses, di mana pembahasan masih berlangsung dari sisi komersialnya.
Irto menjelaskan, pencampuran E5 dengan Pertamax (RON 92) menjadi salah satu alternatif di antara jenis BBM lain. Dia berkata, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati akan menyampaikan perihal kenaikan kadar oktan ini.
"Saya lupa teknisnya nanti saya cek, yang jelas itu di atas RON 92. Aspek teknisnya nanti saya pastikan dulu," tuturnya.
Sementara itu, dia juga membuka peluang ihwal pengaruh kenaikan kadar oktan Pertamax ketika sudah dicampur dengan E5 dengan kenaikan harga jualnya. Meski begitu, dia belum bisa membeberkan berapa persen kenaikannya.
"Itu termasuk yang harus dibicarakan, berapa harga jual dari mereka (PTPN), kita sebagai offtaker itu bagaimana dibandingkan dicampurkan dengan Pertamax itu jadinya berapa, itu semua harus kita bicarakan, dilaporkan kepada regulator," jelas Irto.